Talbiyah Mak Ijah

Cerpen: Fery Heriyanto “Mak, surat untuk masuk asrama haji sudah kita terima. Insya Allah, kita jadi berangkat,” ucap Ros pada ibunya seraya

Ego Sampai Kapan?

Ego Sampai Kapan? Puisi: Ochy Manusiawi jika cemburu merasuk diri Namun, jangan menghancurkan hati Tidak apa berargumen merasa benar pada diri Namun

Puisi yang Disempurnakan

Cerpen: Fery Heriyanto Setelah diketiknya beberapa kalimat, kemudian dihapusnya lagi. Diketiknya lagi, lalu di-delete. Begitulah kala dia memaksakan diri untuk menulis sebuah

“Kita Selalu Dekat…”

Oleh: Fery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri Sejak kebijakan “kerja dari rumah” dikeluarkan, lebih tiga puluh hari seluruh anggota tim kerja tidak pernah

Kerja dan Cinta

Oleh: Fery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri Dari pembicaraan bagian personalia dengan sejumlah karyawan, diperoleh kesimpulan bahwa ada sejumlah staf tidak bekerja dengan

Puisi-Puisi Ochy

Bahagiamu Bukan Untukku Puisi Ochy Aku Bukan untukmu Tlah kuyakinkan hati ini, kamu memang bukan milikku Cukuplah kita hanya merindu Benar, sebatas

“Siap-siap Saja”

Oleh: Fery Heriyanto*) “Kata sebagian orang, saat ini kita tengah berada pada zaman edan. Banyak dari kita bertingkah jauh dari aturan-aturan yang

Ode

Oleh: Fery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri Beberapa sahabat lama bertemu dalam sebuah acara. Mereka saling berbagi cerita, pengalaman serta membeberkan sejarah-sejarah masa

Rindu Rumah Ibu

Oleh: Fery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri Karena rindu yang kian tebal, lelaki 50-an tahun itu terbang dengan pesawat pertama. Mimpi yang kerap

Dalam Keheningan

Oleh: Fery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri Kami biasa menyapa beliau “Pak Ketua”. Sapaan itu terlanjur lekat pada dirinya, karena memang dia dulunya

Si Karengkang

Cerpen: Fery Heriyanto Sekitar 17 tahun lalu, ada seorang warga yang orang-orang di kampung menyapanya “Si Karengkang”. Jauh sekali dari nama yang

“Mumpung Harganya masih Murah”

Oleh: Fery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri Sejumlah ibu rumah tangga tengah terlibat pembicaraan di beranda sebuah rumah. Mereka tengah membicarakan tentang tingginya

MengingatNya

Oleh: Fery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri Bagi kami, apa yang dilakukan Pria itu, tidak akan pernah kami gubris. Termasuk memberi komentar terhadap

“Cinta yang Mungkin Ada”

Oleh: Fery Heriyanto*) Negeri Dua Warna tiba-tiba geger. Beredar kabar jika ada dua penduduknya dilanda rasa yang seharusnya tidak boleh terjadi. Gemparnya

Nasi Padang

Cerpen: Fery Heriyanto Konon, Nasi Padang telah mengubah hidupnya. Dari serba kekurangan menjadi serba jauh dari cukup. Dulu, Wak Fey – begitu

Tanah Itu Membatu

Cerpen: Fery Heriyanto Fenomena aneh terjadi pada sebidang tanah. Setiap ada orang yang masuk ke kapling itu, perlahan-lahan tanah tersebut mengeras. Begitu

Pak Tricky

Cerpen: Fery Heriyanto Kami biasa menyapanya ‘Pak Tricky’. Dia begitu dekat dengan warga, baik tua, muda, anak-anak, wanita, maupun pria. Pak Tricky