by

Viral Pembunuhan Kucing di Batam, KPKN Angkat Bicara

Batam (HK) – Ketua Komunitas Pecinta Kucing Nusantara (KPKN) yang juga sekaligus Ketua Perkumpulan Muballigh Provinsi Kepri, Maryono S.Ag angkat bicara terkait adanya kejadian yang sempat viral di media sosial pelaku pembunuh kucing pakai kapak di Kota Batam.

“Kita prihatin atas kejadian pembunuhan kucing yang dilakukan oleh seseorang di Tanjung Sengkuang Kecamatan Batu Ampar Kota Batam beberapa hari lalu,” ucap Maryono kepada haluankepri.com di Batam Centre, Kamis (18/2/2021).

Dikatakan Maryono, atas peristiwa tersebut dia melihat dari tiga sisi. Pertama, dari sisi agama Islam, hal itu dilarang. Berdasarkan hadist nabi yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Abu Dawud bahwa kucing itu adalah bagian yang tidak boleh diperjualbelikan dan dikonsumsi.

“Tapi kalau ada orang yang membeli kucing dan sebagai penganti atau upah dari pemiliknya yang telah mengurus itu sah-sah saja, itu sama halnya dengan jual beli kotoran sapi. Kalau jualan kotoran tidak boleh, tapi kalau sebagai penganti sekedarnya maka itu boleh-boleh saja,” ujar Maryono.

Kedua, dari sisi medis memakan daging kucing itu sama sekali tidak memiliki khasiat apapun untuk obat, bahkan malah menimbulkan bahaya dan tidak bisa untuk mengobati darah tinggi atau tensi.

Terkait kejadian tersebut juga sangat penting dilakukan sosialisasi oleh pemerintah terkait, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Karena masih ada orang mengkonsumsi daging kucing itu dengan alasan untuk kesehatan.

Ketiga, dari kejadian tersebut juga bisa karena pengaruh ekonomi. Sebab di Batam ini sekarang masih ada orang yang memakan monyet dengan alasan ingin memakan daging karena susahnya ekonomi.

“Jadi yang tak kalah pentingnya dilakukan pemerintah adalah pentingnya meningkatkan ekonomi, karena masih ada orang yang memakan monyet, tikus dan ular karena dengan alasan sudah lama tidak makan enak dengan daging,” tutur Maryono.

Diberitakan sebelumnya, seorang pelaku pembunuh kucing berinisial BSP (62) terekam CCTV Indomaret Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar hingga saluran luas di media sosial.

Pelaku akhirnya diringkus Jajaran Subdit III Ditreskrimum Jatanras Polda Kepri. Menurut pengakuan pelaku, dia memiliki alasan tertentu mengapa ia tega membunuh kucing itu dengan mengunakan kapak.

Yakni kucing tersebut akan dikonsumsinya karena dia berkeyakinan bahwa daging kucing bisa menurunkan penyakit darah tinggi yang dialaminya. (dam)

News Feed