by

Kadinkes Batam Tegaskan, Memakan Daging Kucing Berbahaya untuk Kesehatan

Batam (HK) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi menegaskan, daging kucing sama sekali tidak memiliki khasiat apapun.

Apalagi dianggap sebagai salah satu obat alternatif untuk menyembuhkan penyakit darah tinggi. Bahkan memakan daging kucing justru berbahaya untuk dikonsumsi.

Hal tersebut disampaikan Didi saat dikonfirmasi terkait adanya kejadian viral di media sosial pelaku pembunuh Kucing pada Rabu (14/2/2021) lalu di Tanjung Sengkuang Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.

“Karena mengandung parasit, bakteri, atau kuman. Bagian dalam daging kucing mengandung parasit protozoa yang biasanya bisa ditularkan kepada manusia melalui kotoran dan dagingnya,” ucap Didi, Kamis (18/2/2021).

Menurut Didi, mengkonsumsi daging kucing akan menyebabkan infeksi yang biasanya menyerupai flu dengan gejala tubuh terasa sakit, pusing, demam, pembengkakan limpa hingga kejang.

Penyakit tersebut sangat berbahaya, apalagi untuk balita, orang dengan gangguan imunitas dan ibu hamil. Tidak hanya itu, daging kucing juga mengandung parasit Lyme yang bisa menimbulkan penyakit serius.

“Terdapat pula kuman juga clostridium Botulinum yang bisa menyebabkan tetanus jika daging kucing dikonsumsi manusia. Jadi intinya tidak ada khasiat dari daging kucing itu,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang Pelaku pembunuh Kucing berinisial BSP (62) terekam CCTV Indomaret Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar hingga saluran luas di media sosial.

Pelaku akhirnya diringkus Jajaran Subdit III Ditreskrimum Jatanras Polda Kepri. Menurut pengakuan pelaku, dia memiliki alasan tertentu mengapa ia tega membunuh kucing itu.

“Kucing tersebut akan dikonsumsi. Pelaku berkeyakinan bahwa daging kucing bisa menurunkan penyakit darah tinggi yang dialaminya, ”kata Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto, Kamis (18/2/2021) pagi.

Dijelaskan, pelaku sudah mengkonsumsi daging kucing sejak 1991 dan kemudian berhenti pada tahun 1996 silam akibat tekanan darah yang mengakibatkan pelaku pingsan saat itu.

“Pada 14 Februari 2021 lalu, pelaku kembali merasakan pusing dan mengalami tekanan darah hingga 135/85. Dengan alasan itu, ia kembali akan memakan daging Kucing,” pungkasnya. (dam)

News Feed