by

Puluhan Orang Terluka Akibat Gempa Fukushima M7,3

Gempa berkekuatan magnitudo 7,3 (sebelumnya ditulis M7,1) di lepas pantai prefektur Fukushima pada kedalaman 60 km (36 mil), kata Badan Meteorologi Jepang, mengguncang gedung dan membuat warga sempat panik.

Rumah dan perkantoran di ibu kota Tokyo, yang jaraknya ratusan kilometer, juga bergoyang dan berguncang. Dikutip dari Reuters, belum ada peringatan tsunami yang dikeluarkan, kata badan meteorologi itu.

Setidaknya puluhan orang terluka, akibat dari Gempa Fukushima menurut laporan dari kantor berita Kyodo.

Seorang juru kamera Reuters di lokasi di Fukushima mengatakan kamar hotelnya di lantai 10 bergetar selama beberapa waktu. Seorang pria di hotel itu dibawa ke rumah sakit setelah jatuh dan kepalanya terbentur pintu, kata juru kamera.

Rekaman televisi juga menunjukkan pecahan kaca dari bagian depan toko. Sekitar 950.000 rumah tangga pada awalnya tanpa listrik, juru bicara pemerintah Katsunobu Kato mengatakan dalam sebuah pengarahan yang disiarkan oleh penyiar publik NHK.

Pemadaman listrik tampaknya terkonsentrasi di timur laut Jepang, termasuk Fukushima dan prefektur tetangga.

Tidak ada penyimpangan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi dan Daini, atau di pembangkit nuklir Kahiwazaki-Kariwa, kata pemilik Tokyo Electric Power Company Holdings.

Utilitas juga mengatakan tidak ada perubahan pada tingkat radiasi di sekitar pabriknya.

Kato mengatakan tidak ada kejanggalan di fasilitas nuklir Onagawa.

Gempa melanda Fukushima hanya beberapa minggu sebelum peringatan 10 tahun gempa pada 11 Maret 2011 yang menghancurkan timur laut Jepang dan memicu tsunami besar yang menyebabkan krisis nuklir terburuk di dunia dalam seperempat abad – yang berpusat di fasilitas Daiichi.

Gempa bumi biasa terjadi di Jepang, salah satu daerah seismik paling aktif di dunia. Jepang menyumbang sekitar 20% gempa bumi berkekuatan 6 atau lebih besar di dunia.*

(sumber: okezone.com)

News Feed