by

Vaksin Pfizer Diklaim Ampuh Lawan Varian Corona Inggris-Afsel

Vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech diklaim efektif melawan varian virus Corona B.1.17 di Inggris dan varian corona B.1.351 di Afrika Selatan (Afsel). Tinjauan rekan sejawat atas penelitian yang dilakukan juga mengkonfirmasi klaim tersebut.

Dalam studi, BioNTech dan Pfizer mengatakan temuannya menunjukkan tidak ada vaksin baru yang diperlukan untuk melawan varian yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. Namun, data klinis dan observasi terus menerus sangat penting.

Melansir DW, para ahli masih belum dapat memastikan bahwa vaksin yang saat ini digunakan akan tetap efektif melawan kemungkinan varian baru virus Corona di masa depan.

Vaksin buatan Pfizer bernama BNT162b2. Vaksin itu merupakan vaksin RNA yang dimodifikasi dengan nukleosida yang mengkode glikoprotein lonjakan SARS-CoV-2.

Mengutip Daily Mail, ilmuwan menemukan bahwa pasien yang menerima vaksin Pfizer memproduksi antobodi untuk menetralkan atau menghancurkan virus corona SARS-CoV-2. Namun, jumlah antibodi tidak sebanyak yang diharapkan.

Kadar antibodi hanya dinilai masih cukup tinggi untuk menangkis Covid-19 pada kebanyakan orang yang menerima vaksin dan mereka menawarkan perlindungan lebih daripada pada orang yang sudah pernah menderita penyakit tersebut.

Meski demikian, vaksin tidak bekerja sebaik yang mereka lakukan pada versi virus yang lebih lama karena antibodi kurang cocok dengan protein lonjakan di bagian luar, yang berarti mereka lebih sering gagal menghentikannya.

Cara para ilmuwan menguji vaksin tersebut adalah dengan memaparkan varian virus yang berbeda ke darah orang yang menerima vaksin dan tidak menerima.

Peneliti kemudian mengamati reaksi di antara mereka untuk mengetahui seberapa baik berbagai jenis kekebalan menghancurkan virus dan mana yang tidak.

Ketika seseorang divaksinasi, mereka mengembangkan protein kekebalan yang disebut antibodi yang sangat spesifik untuk virus yang termasuk dalam vaksin. Jika sistem kekebalan dihadapkan pada versi virus yang berbeda di masa depan, mungkin kurang mampu menghentikannya.*

(sumber: cnnindonesia.com)

News Feed