by

Tak Bisa Cari Ikan, Warga Pulau Labu Tuntut Ganti Rugi

Batam (HK) – Limbah minyak tanker yang mencemari perairan laut Pulau Labu, membuat masyarakat setempat tidak bisa melaut. Dan mereka pun menuntut minta ganti rugi kepada pihak agen kapal.

“Apapun alasannya kami tetap menuntut untuk minta ganti rugi kepada pihak agen kapal. Karena kami tak bisa nelayan lagi,” ujar Rudi, Ketua RT 06 RW 03 Pulau Labu.

Ia menyatakan, meski sudah dibersihkan oleh warga setempat, masih tetap saja belum hilang limbahnya.
“Kami sudah melaporkan hal ini ke Polda Kepri maupun komisi III DPRD kota Batam dan mereka besok akan turun langsung ke lokasi melihat kondisi yang sebenarnya,” tuturnya lagi.

“saat ini kami belum bisa beraktivitas seperti biasanya. Kami masih fokus membersihkan limbah minyak tanker tersebut,” tambahnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Pulau Labu, Kelurahan Batu Legong, Kecamatan Bulang atau tepatnya di depan pantai Dapur 12 Sagulung resah karena adanya limbah minyak dari kapal tanker berceceran di perairan laut pulau tersebut.

Kejadian tersebut diketahui pada, Senin (25/1/21) sekitar pukul 22.00 WIB malam lalu yang mengakibatkan warga sekitar khawatir timbulnya penyakit.

Diketahui ada sebuah kapal tanker yang tengah berlabuh jangkar tak jauh dari perusahaan PT Marcopolo yang berdekatan dengan pemukiman warga tersebut.

“Setelah dikonfirmasi, kata pihak kapal atau agen kapal berupa insiden atau tak sengaja,” kata Rudi, Ketua RT setempat.

Rudi mengatakan, akibat limbah minyak itu mereka tak bisa berbuat apa-apa selain mengadu pihak pemerintah dalam hal ini Dinas lingkungan Hidup (DLH) Batam. Tak hanya itu, mereka juga melaporkan kejadian ini ke Komisi III DPRD kota Batam.

“Sudah langsung kami laporkan ke pihak DLH Batam. Setelah itu kami juga akan laporkan lagi ke Komisi III DPRD Kota Batam untuk menindaklanjuti kejadian ini,” ujarnya lagi saat dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat (29/1/21) pagi.

Masih lanjutnya, setelah ditanyakan ke pihak galangan kapal PT Marcopolo, namun malah melempar bola atau saling lempar masalah hingga saat ini limbah minyak itu belum dibersihkan.

“Mereka saling lempar bola. Ketika dikonfirmasi ke pihak agen kapal malah dilempar lagi ke pihak PT Marcopolo dan juga sebaliknya,” katanya lagi.

Sementara saat awak media konfirmasi soal kejadian tersebut, pihak perusahaan PT Marcopolo belum berhasil ditemui. Bahkan petugas sekuriti pun tak mengizinkan awak media masuk ke perusahaan untuk memperjelas soal limbah minyak tersebut. (ded)

News Feed