by

Danlantamal IV Resmikan Kampung Bahari Nusantara di Desa Jang Karimun

KARIMUN (HK)-Komandan Pangkalan Utama TNI AL IV, Laksma TNI Indarto Budiarto meresmikan Kampung Bahari Nusantara di Desa Jang, Kecamatan Moro, Jumat (22/1/2021). Peresmian itu ditandai dengan penekenan sirine di halaman Pustu Desa Jang yang disaksikan Bupati Karimun, Aunur Rafiq dan unsur pimpinan FKPD Kabupaten Karimun.

Indarto mengatakan, peresmian ini adalah salah satu tugas TNI AL, sesuai perintah Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. Desa binaan yang ada di wilayah kerja, untuk mencanangkan Kampung Bahari Nusantara sebagai upaya membantu pemerintah daerah menciptakan masyarakat berbasis kemaritiman

“Saat ini kita meresmikan Kampung Bahari Nusantara di Desa Jang, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun. Adapun latar belakang dipilihnya lokasi ini, karena masuk dalam kriteria kampung bahari yaitu adanya taman baca, tempat wisata, fasilitas kesehatan dan ketahanan pangan,” ujar Indarto.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu dan mendukung program ini. Dirinya berharap, agar semua program dan kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Bahari Nusantara dapat terus ditingkatkan.

Sementara, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengapresiasi kinerja Lanal Tanjungbalai yang telah menjadikan Desa Jang yang berada di Pulau Jang, Kecamatan Moro sebagai Kampung Bahari Nusantara. Sebab, dengan menyandang status tersebut maka secara tidak langsung akan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat.

“Kita harapkan apa yang kita lakukan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di sini dalam peningkatan pariwisata dengan menjadikan desa ini menjadi desa wisata bahari.
Desa Jang ini sudah ditetapkan sebagai desa binaan Lanal TBK, semoga ini bisa memberikan motivasi terhadap desa-desa lain nantinya agar bisa mandiri dan maju,” ungkap Aunur Rafiq.

Aunur Rafiq dalam kesempatan itu mengatakan, sebelum adanya Kampung Bahari Nusantara ini, beberapa desa juga sudah menjadi desa tangguh yang telah di prakarsai oleh Polres dan Kodim 0317/TBK.

“Apresiasi, “Luar Biasa” yang saya ucapkan kepada 3 serangkai yakni, Lanal TBK, Polres Karimun dan Kodim 0317/TBK yang mantap dalam menghadapi pandemi covid-19 di Kabupaten Karimun,” ujarnya.

Kepada masyarakat Desa Jang, dirinya meminta dengan ditetapkan sebagai desa bahari yang telah dibangun dan diresmikan, agar terus dijaga dan ditingkatkan, karena telah memiliki satu desa wisata, terutama wisata penyu dan wisata pantai lainnya.

“Melalui dana desa yang ada, ini akan terus di dorong, mudah-mudahan tahun 2021 atau 2022 pembangunan jembatan akan dilakukan. Dapat kami sampaikan di Kecamatan Moro ini adalah zona hijau, karena daerah ini daerah transit. Untuk sekolah juga sudah kita buka,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan sembako, alkes, buku bacaan dan alat olahraga, Tradisi permainan rakyat, Khitanan massal, peninjauan Rumah pintar dan Taman baca, peninjauan ekonomi kreatif berupa budidaya rumput laut.

Kekaguman Danlanal TBK

Penetapan Desa Jang di Kecamatan Moro sebagai Kampung Bahari Nusantara berawal dari kekaguman Danlanal TBK, Letkol Laut (P) Maswedi ketika melihat keindahan alam bahari di Pulau Jang, Kecamatan Moro tersebut.

Kekaguman Maswedi mulai muncul ketika mendampingi kunjungan kerja Ketua Jalasenastri Cabang 6 Korcab IV Daerah Jalasenatri Armada I, Ny Dewi Maswedi bersama jajaran pengurus dan anggotanya ke Kecamatan Moro, Sabtu, 7 November 2020 lalu.

“Alam bahari Pulau Jang yang berada di Desa Jang, Kecamatan Moro sunggung sangat mempesona. Kawasan tersebut sangat cocok untuk dijadikan sebagai Kampung Bahari Nusantara,” ujar Maswedi.

Beragam potensi kelautan yang tersedia di Pulau Jang, mulai keberagaman hayati laut yang terdapat di perairan seperti ikan, udang, terumbu karang hingga rumput laut. Bahkan, Kecamatan Moro yang dikenal sebagai sentra perikanan di Kabupaten Karimun dijadikan sebagai kawasan minapolitan oleh pemerintah daerah setempat.

“Nelayan Desa Jang bukan hanya bekerja sebagai nelayan tangkap, namun juga budidaya. Tidak hanya ikan, mereka juga mengembangkan budidaya rumput laut. Kawasan pengembangan budidaya rumput laut di Desa Jang berada di sebelah utara perairan Pulau Manda yang berhadapan langsung dengan Pulau Jang. Potensi yang dimiliki oleh nelayan setempat akan kita kembangkan agar lebih maju lagi,” jelasnya.

Maswedi yang melihat langsung pengembangbiakan budidaya rumput laut milik Azlan, salah seorang warga Desa Jang merasa terpanggil untuk membantu memajukan usaha masyarakat setempat. Salah satunya, yakni dengan menjadikan kawasan tersebut sebagai Kampung Bahari Nusantara.

“Budidaya rumput laut yang dikelola oleh warga setempat, sekarang malah dijadikan sebagai bahan baku untuk produksi minuman colagen, sejenis minuman yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Kekayaan alam dan sumberdaya manusia yang ada di Desa Jang tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja, harus terus dikembangkan hingga mampu mengangkat perekonomian masyarakat disana,” terang Maswedi.

Menurut dia, pencanangan Desa Jang sebagai Kampung Bahari Nusantara harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung, salah satunya dengan pemasangan akses internet. Sehingga, masyarakat bisa makin melek dengan teknologi dan dapat mengakses segala perkembangan dunia luar.

“Ada beberapa sarana dan prasarana pendukung yang akan kita bangun di Desa Jang, salah satunya dengan pemasangan akses wi-fi internet di titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat seperti di kawasan pelabuhan atau sentra pendidikan. Meski masyarakat Desa Jang tinggal di pulau kecil, namun kita berharap agar masyarakat disana bisa melek teknologi dan dapat mengakses informasi dengan cepat,” pungkasnya. (ham)

News Feed