by

Soal Pembelajaran Tatap Muka di Batam, Wako Batam: Tidak Dulu

Batam (HK) – Soal pembelajaran tatap muka di Kota Batam, Walikota Batam, Muhammad Rudi menyatakan belum dapat memastikan hal itu.

“Belum, ditunda dulu. Karena hasil kajian, covid-19 ini naik turun,” kata Rudi saat meninjau simpang Barelang, Senin (18/1/21) siang kemarin.

Dengan kasus penularan covid-19 di Batam yang naik turun, menjadi salah satu alasan kebijakan untuk membuat pembelajaran tatap muka belum diputuskan Walikota Batam.

Orang nomor satu di Pemkot Batam ini kembali menyatakan tidak ingin mengambil resiko, jika akhirnya para murid yang menjadi korban.

Informasi di lapangan, ada sekitar 40 sekolah yang mengajukan belajar tatap muka di Kecamatan Sagulung. Tapi tak semua orang tua siswa yang setuju.

“Jika orangtua siswa setuju, maka harus dibuat surat pernyataan. Dan jika tidak setuju, maka anaknya akan tetap belajar secara dading,” kata Jamil, Kasi Tantrib Kecamatan Sagulung.

Ia juga menyatakan, untuk persyaratan pembelajaran tatap muka, pihak sekolah harus MoU dengan Puskemas. Kemudian, tiap ruangan kelas harus dilengkapi 1 handsanitazer, 1 tempat cuci tangan dan 1 alat pengukur suhu tubuh.

Tak hanya itu saja, pihak sekolah juga harus menyusun bangku dengan jarak 1,5 meter hingga 2 meter. Lalu dalam satu ruangan tidak boleh memuat di atas 18 siswa.

“Intinya, pihak sekolah melapor, lalu kami cek apakah sekolah tersebut benar-benar siap untuk melakukan belajar tatap muka, akan tetapi keputusannya berada di tangan dinas terkait,” ucapnya. (ded)

News Feed