by

Kakanwil Bea Cukai Kepri, Agus Yulianto: Wallahi, Saya Siap untuk Dipecat!

KARIMUN (HK)-Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto mempertaruhkan jabatannya dalam kasus tewasnya pengusaha Batam, Haji Permata. Dia bersedia dipecat dari jabatan sebagai Kakanwil, jika insiden penembakan yang dialami mantan Ketua KKSS Batam itu salah prosedur.

“Kami betul-betul mendukung dan ingin mengungkap kasus ini. Apabila ada salah prosedur, sebagaimana yang saya sampaikan di depan bahwa harus mempertanggungjawabkan ini semua dan saya harus menanggalkan jabatan. Saya siap untuk dipecat,” ujar Agus Yulianto dihadapan pengurus KKSS Batam dan Karimun.

Agus Yulianto juga memastikan, pihaknya akan mengawal seluruh rangkaian proses penyelidikan yang saat ini tengah berlangsung. Dia menjamin, proses akan berjalan seadil-adilnya, bagi kedua belah pihak.

“Kami pastikan proses ini akan berjalan seadil-adilnya, yang salah pasti akan dihukum,” jelasnya.

Agus juga menyetujui tiga tuntutan yang disampaikan Ketua KKSS Kota Batam, Masrus Amin saat menyampaikan tuntutannya terkait tewasnya Haji Permata.

“Saya setuju dari semua tuntutan yang disampaikan bahwa ini harus diselesaikan secara hukum. Seandainya itu, memang ada pelanggaran dan saya harus bertanggungjawab untuk itu, wallahi saya siap untuk dipecat. Siap untuk dipecat seperti yang bapak minta. Silakan copot jabatan saya,” tegasnya lagi.

Agus juga menjelaskan, sampai saat ini pihaknya tidak tahu dari senjata yang mana diantara petugas di lapangan yang mengenai tubuh Haji Permata.

“Jujur Pak, sampai sekarang kami tidak tahu bahwa dari senjata yang mana mengenai Pak Haji Permata,” ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, Agus Yulianto juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Haji Permata.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga atas wafatnya Bapak Haji Permata,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KKSS Kota Batam, Masrur Amin menyampaikan tiga ultimatum kepada Bea Cukai.

Pertama, Masrur Amin meminta agar penjarakan pelaku yang menembak Haji Permata. Kedua, penjarakan penanggungjawab dari penindakan itu dan ketiga copot Kakanwil Bea Cukai Khusus Kepri.

“Ada tiga ultimatum kami, pertama copot Kakanwil Bea Cukai Kepri, kedua penjarakan pelaku dan ketiga penjarakan penanggungjawabnya,” ujar Masrur Amin dengan lantang.

Dengan tegas, dia minta serahkan pelaku penembak Haji Permata.

“Kami ultimatum bapak. Harus serahkan pelaku pembunuh itu. Kalau tidak, kami akan perang dengan Bea Cukai. Apapun kami pertaruhkan. Nyawa dibayar nyawa, darah dibayar darah. Kami orang Bugis Makasar tidak takut, tidak akan pulang sebelum berhasil,” tegasnya.

Dirinya sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan Bea Cukai pasca insiden penembakan itu.

“Seharusnya bapak sebagai pimpinan, datang ke Batam, minta maaf kepada keluarga korban sebagai tanda belasungkawa, bukan malah membuat statmen dengan menyebar rilis bohong yang menyebar di media sosial,” terangnya.

Menurut dia, selesai ini, jangan ada lagi postingan di media sosial, jangan ada lagi press release dari Bea Cukai. Jangan ada yang salah ditutupi dengan alibi-alibi

“Seharusnya bapak sebagai pimpinan, datang ke Batam, minta maaf kepada keluarga korban sebagai tanda belasungkawa. Apapun alasannya, tembak mati tidak bisa dibenarkan,” sambungnya.

Pertemuan itu dihadiri Kabinda Kepri Brigjen Pol R C Gumay, Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Ketua DPRD Yusuf Sirat, Kapolres AKBP Muhammad Adenan, Dandim 0317/TBK Letkol Inf Denny, Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Maswedi serta tokoh masyarakat Bugis di Batam dan Karimun. (ham)

News Feed