by

Yayasan Raja Haji Umar Terima Wakaf Lahan 4 Hektar

Tanjungpinang (HK) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Teluk Bintan yang beralamat di jalan Tok Sadek, Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan melakukan perikraran wakaf tanah guna menerbitkan AIW (Akte Ikrar Wakaf), Senin (18/01/2021).

Proses ikrar wakaf berupa tanah seluas 4 hektar yang beralamat di Kampung Mansur Tembeling Tanjung tersebut, dipimpin oleh Kepala KUA, Mulyadi S.Ag.

Menurut Mulyadi, ikrar wakaf tanah ini merupakan pertama kali yang dilakukan di KUA di Kecamatan Teluk Bintan pada 2021 ini. Dalam acara itu dihadiri oleh Aswar, Muhammad Setioso, Raja Juni, Darmadi dan pihak KUA.

Penyerahan wakaf tanah seluas 4 hektar tersebut, diserahkan dari Raja Imran Hanafi dan Raja Aida, masing-masing 2 hektar ke penerima wakaf yaitu Yayasan Raja Haji Umar. Diterima oleh Ust Suparman Manjan selaku Ketua Pembina Yayasan Raja Haji Umar.

Dikatakan Raja Imran, yang memberikan wakaf menceritakan, di areal yang diwakafkan itu ada makam moyangnya yaitu Raja Umar/Raja Endut.

“Raja Umar ini adalah adik dari Raja Ali Haji. Seiring waktu, lahan tersebut sudah diambil bauksitnya lalu lahan tersebut terlantar kemudian beralihlah lahan itu ke ahli warisnya kepada kami,” ujar Raja Imran.

“Daripada lahan tersebut terlantar, maka kami berinisiatif untuk mewakafkan lahan itu ke suatu badan agar bisa bermanfaat untuk kalayak banyak, salah satunya untuk membangun sebuah pesantren,” ujar Raja Imran.

“Kami telah percayakan kepada ustad Sutarman untuk membentuk suatu yayasan, maka lahirlah yayasan Haji Umar. Semoga dengan wakaf ini bisa bermanfaat untuk kedepannya,” tutup raja Imran.

Sementara itu, ustad Sutarman selaku penerima wakaf mengatakan, setelah mendapatkan ikrar wakaf resmi dari keluarga, pihaknya akan melakukan pemotongan dan pembersihan di lokasi tanah yang akan dibangun pesantren tersebut.

“Insya Allah segera ada progres untuk setiap pembangunan,” ujar Sutarman.

“Kami berharap ada partisipasi dari semua pihak, baik dari pemerintah ataupun swasta, terutama pada zuriat raja-raja yang ada di Kepri ini,” ungkap Sutarman.

Ditambahkan, latar belakang digunakan nama Raja Haji Umar untuk memperkuat tali silaturahmi antar keluarga- keluarga raja yang ada di Kepri ini.

“Rencananya kami akan bangun pondok pesantren tingkat SMP/Mts dan tingkat SMA,” tutup ustad Sutarman. (zuk)

News Feed