by

Waspada! Gelombang Ekstrim Terjadi di Natuna

Natuna (HK) – Stasiun Metereologi (Stamet) Ranai merilis peringatantan dini gelombang ekstrim di perairan Natuna Utara, Senin (18/1). Warga diingatkan waspada gelombang ekstrim.

Dalam rilisnya, Stamet Ranai menjelaskan berdasarkan pantauan citra satelit Himawari – 8 tanggal 18 Januari 2020 pukul 06:50 WIB, secara umum kondisi cuaca di wilayah Natuna berawan hingga hujan ringan.

“Namun terdapat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Bunguran Timur, Bunguran Selatan, Pulau Tiga, Bunguran Utara, Bunguran Barat, Bunguran Batubi dan Subi,” bunyi rilis tersebut.

Dengan demikian Stamet Ranai mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat terkait gelombang tinggi yang berpotensi melanda wilayah perairan Natuna.

Adapun perkiraan gelombang yang dirilis adalah setinggi 4,0-6,0 meter. Gelombang ini dikategorikan sangat tinggi dan berpeluang terjadi di wilayah utara Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna dan perairan Kepulauan Subi dan Serasan.

“Bahkan di wilayah-wilayah ini bisa terjadi gelombang ekstrim di atas 6.0 meter,” bunyi lanjutan rilis itu.

Selain gelombang tinggi, Stamet Ranai juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai terjadinya peningkatan kecepatan angin yang diperkirakan berkisar antara 10-25 knot perjam.

Kepala Syahbandar Ranai, Liberty Hutahayan mengaku meski ada potensi gelombang tinggi, sebagian pelayaran di Natuna masih berjalan.

“Ya betul, gelombang dan angin mulai naik lagi, tapi KM Bukit Raya masih tetap berlayar. Kalau kapal-kapal yang lain saya tidak tahu karena kapal-kapal itu di home basenya masing-masing, tergantung Syahbandar setempat. Tapi saya rasa tidak bakal dizinkan berlayar karena cuaca seperti sekarang,” ujar Liberty. (fat)

News Feed