by

Orang Tua Murid Banyak yang Keberatan Sekolah Tatap Muka, Kadisdik Kepri Sarankan Begini

Batam (HK) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kepri, Muhammad Dali mengakui, hingga kini orang tua murid masih banyak yang keberatan dan ragu melepas anak-anaknya untuk melakukan proses belajar tatap muka di sekolah.

Oleh karena itu dia minta kepada semua pihak agar tidak mencari kelemahan yang menjadi sebuah polemik, seperti dengan keberatan untuk melakukan belajar tatap muka ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Jadi misalnya di sebuah sekolah yang mendukung cuma 60 persen dan yang tidak mendukung 40 persen. Maka yang 60 persen belajar dengan tatap muka dan yang 40 silahkan belajar dengan daring,” ucap Dali, Kamis (14/1/2021) di Batam Centre.

Bahkan kata Dali, jika orang tua murid tidak ada yang sepakat dan mendukung untuk melakukan belajar tatap muka saat ini, maka silahkan melakukan belajar dengan sistem daring saja dan buat surat kesepatakan bersama.

Saat ini pemerintah tidak memaksa murid harus melakukan sekolah tatap muka, namun dalam hal ini pemerintah sudah memberikan peluang dan membolehkan tapi harus memenuhi persyaratan protokol kesehatan yang ketat.

“Karena selama belajar daring dalakukan sangat banyak keluhan dari orang tua murid, seperti masalah kuota internet dan jaringan tidak bagus. Maka untuk menanggapi keluhan itu sekarang diberikan kebebasan, yang bersedia didorong dan yang tidak juga tidak masalah,” ujar Dali.

Ditegaskan Dali, dalam hal ini tidak ada sanksi bagi yang tidak setuju untuk melakukan sekolah tatap muka, semuanya diatur dengan baik, untuk yang belajar tatap muka diatur dan yang untuk belajar secara daring juga diatur.

Begitu juga dengan Puskesmas atau Rumah sakit yang dekat dengan sekolah dan tidak mau memberikan rekomendasi terkait sekolah tatap muka itu juga tidak jadi maslah, akan tetapi perlu adalasan yang tepat, atas dasar apa tidak mau memberikan rekomendasi.

“Untuk melakukan belajar tatap muka itu rekomendasi dari orang tua dan dari tim gugus tugas itu sangat penting, tujuannya bukan berarti jika nanti terjadi sesuatu dan mencari salah, namun itu adalah untuk melengkapi aturan protokol kesehatan,” jelasnya. (dam)

News Feed