by

Sekolah di Batam Siap Gelar Belajar Tatap Muka, Dewan Minta Orang Tua Murid Bijak

Batam (HK) – Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Bobi Alexander Siregar mengatakan saat ini semua sekolah di Batam dan khususnya untuk tingkat SMP sudah siap untuk melakukan belajar sistem tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hal itu diketahuinya setelah Komisi IV DPRD Kota Batam melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama 44 Kepala sekolah tingkat SMP dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Rabu (13/1/2021) di ruang rapat Komisi IV DPRD Batam.

“Terkait rencana dimulainya belajar tatap muka di sekolah mainland Batam ditengan pandemi Covid-19 saat ini, orang tua murid harus bijak. Bijak dalam arti kata bukan kehendak lembaga DPRD ataupun Dinas Pendidikan,” kata Bobi.

Disampaikan Bobi, ada 6 persyaratan mutlak bagi sekolah untuk bisa melakukan belajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini dari pemerintah dan itu memperhitungkan semua protokol kesehatan yang ketat.

“Diantaranya adalah adanya persetujuan dari orang tua murid. Jadi terkait persetujuan ini setiap daerah berbeda-beda, ada yang setuju 90 persen, 80 persen dan 70 persen. Tapi persentase itu bukan mengkunci dari 6 persyaratan tersebut,” ungkap Bobi.

Menurutnya, 50 persen saja persetujuan orang tua untuk mengikuti sekolah tatap muka itu, maka itu sudah bisa dilaksanakan, yang terpenting adalah 6 persayaratan itu dalam melakukan belajar tatap muka jangan sampai mengabaikannya.

“Setelah 6 persyaratan tersebut sudah dipenuhi oleh pihak sekolah, maka barulah pihak sekolah mengajukan kepada Dinas Pendidikan,” tutur ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Batam itu.

Lanjutnya, sudah 11 bulan belajar dengan sistem daring dilakukan di Kota Batam karena pandemi Covid-19, dan tidak dibayangkan bagaimana kondisi pendidikan anak-anak saat ini.

Padahal belajar tatap muka itu adalah salah satu yang boleh diambil dalam sistem belajar mengajar yang membawakan anak-anak menjadi cerdas. Oleh karena tidak mungkin terus dilakukan dengan belajar daring.

“Jika tetap dilakukan belajar dengan daring maka itu akan membuat permasalahn terhadap pendidikan anak-anak,” pungkasnya.

Diketahui, 6 persyaratan yang harus dipenuhi oleh lihak sekolah jika ingin melakukan pembelajaran dengan sistem tatap muka ditengah pandemi Covid-19 saat ini ialah.

Pertama, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih, tempat cuci tangan atau handsanitizer dan disinfektan.

Kedua, mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan. Ketiga, kesiapan menerapkan wajib masker. Keempat, memiliki alat pengukur suhu badan.

Kelima, memiliki pemetaan warga satuan pendidikan, diantaranya yang memiliki comorbid, tidak memiliki akses transfortasi yang aman. Keenam, mendapat persetujuan dari komite sekolah atau orang tua murid. (dam)

News Feed