by

Kadisdik: Banyak Orang Tua Siswa di Batam Ragu Belajar Tatap Muka

Batam (HK) – Kepada Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan Pemerintah Kota Batam sudah memberikan peluang kepada satuan pendidikan sekolah di mainland yang ada di Batam untuk menggelar belajar tatap muka mulai Januari 2021 ini.

Namun, sekolah harus siap menyediakan protokol kesehatan yang ketat dan saat ini sekolah sudah siap, namun yang jadi permasalahan saat ini adalah orang tua siswa masih banyak yang ragu anak-anaknya untuk melakukan proses belajar tatap muka di sekolah.

Hal tersebut disampaikan Hendri setelah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Batam dan 44 Kepala sekolah tingkat SMP di mainland Batam, Rabu (13/1/2021) di ruang rapat Komisi IV DPRD Batam.

“Sampai saat ini proses minta persetujuan pihak sekolah kepada orang tua siswa di daerah mainland Batam masih berjalan. Peluang untuk melakukan sekolah tatap muka itu sudah dibuka namun orang tua siswa masih banyak yang ragu karena pandemi Covid-19 ini,” ucap Hendri.

Ditegaskan Hendri, belajar tatap muka untuk dearah mainland tidak bisa dilakukan jika komite sekolah atau orang tua siswa tidak menyetujuinya.

“Persayaratannya harus disetujui oleh komite atau orang tua murid, jika tidak disetujui maka belajarnya hanya bisa dilakukan secara daring saja. Sampai saat ini di mainland Batam belum ada sekolah yang melakukan belajar tatap muka,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, untuk memastikan kesiapan rencana belajar tatap muka bagi sekolah yang ada di mainland Batam ditengan pandemi Covid-19 saat ini, komisi IV DPRD Kota Batam memanggil 44 kepala sekolah untuk melakukan RDP.

RDP tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, Rabu (13/1/2021) di ruang rapat komisi IV DPRD Kota Batam.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ides Madri mengatakan, dari 44 sekolah yang ikut RDP tersebut, baru 2 sekolah yang telah mengajukan kepada Dinas Pendidikan Kota Batam untuk bisa melaksanakan sekolah belajar tatap muka.

“Itupun nantinya juga akan diverifikasi dulu oleh Dinas Pendidikan. Jadi intinya apa yang telah dilakukan Dinas Pendidikan, kami sebagai mitranya akan melakukan pengawasan dan memastikan kesiapan dari sekolah tersebut,” ucap Ides. (dam)

News Feed