by

Anggota Komisi II DPRD Batam: Tagihan Air yang Melonjak Jangan Dibayar Dulu

Batam (HK) – Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendrik mengatakan, bagi masyarakat Batam yang mengalami tagihan airnya melonjak tinggi disarankan untuk tidak membayar dulu hingga diketahui penyebab lonjakan tersebut.

“Masyarakat jangan bayar dulu tagihan air yang melojak tinggi itu, sampai diketahui titik permasalahannya. Masyarakat jangan mengakui tagihan itu jika lonjakannya tidak wajar,” ucap Hendrik saat dijumpai di kantornya, Rabu (13/1/2021).

Disampaikan Hendrik, masyarakat jangan takut meteran airnya akan disegel atau diputus oleh PT Moya karena belum membayar tagihan yang disebabkan tagihan melojak tinggi tersebut.

Sebab, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan di komisi II DPRD Batam terkait keluhan masyarakat tentang kenaikan tagihan air yang naik secara tidak wajar pada Senin (11/1/2021) lalu, PT Moya diminta tidak melakukan hal tersebut.

“Itu sudah ada jaminannya dari PT Moya, karena kita minta kepada mereka terkait masyarakat yang tagihan airnya melonjak tinggi dan belum membayarnya untuk tidak melakukan penyegelan atau apalagi pemutusan,” ujar Hendrik.

Ditegaskannya, terkait adanya lonjakanya tagihan air yang tidak wajar itu, dia juga minta kepada PT Moya agar jangan menyalahkan masyarakat dan jangan dipaksa masyarakat untuk mengakui tagihan yang tidak masuk akal itu.

Sebab, lonjakan tagihan yang dialami masyarakat itu sudah tidak logis lagi. PT Moya untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut, agar masyarakt tidak gelisah lagi.

“Kemaren adalah RDP PT Moya minta waktu 2 minggu untuk menyelesaikan permasalahn tersebut dan nanti akan disampaikannya lagi kepada kami. Setelah itu nanti, kita akan tinjau lagi kelapangan, apakah masih tetjadi lonjakan tagihan atau tidak,” ungkap politisi PKB itu.

Lanjutnya, terkait lonjakan tagihan air itu, sangat banyak keluhan masyarakat kepada pihaknya. Bahkan keluhan masyarakat lonjakan tagihan airnya melebihi 100 persen. yang biasanya masyarakat membayar tagihan airnya perbulan Rp100 ribu menjadi Rp700 ribu.

Menurut keterangan dari PT Moya, salah satu penyebab adanya tagihan masyarakat itu adalah karena sebelumnya saat transisi dari ATB dengan PT Moya ada tagihan yang tidak tercatat.

“Namun, walaupun begitu alasan dari PT Moya, kami akan menelusurinya lebih dalam lagi untuk mengetahui penyebab dari melonjaknya tagihan itu,” pungkasnya. (dam)

News Feed