by

Korban Gelombang Pasang di Batu Merah Minta Ini Kepada Pemerintah

Batam (HK) – Masyarakat korban angin kencang dan gelombang pasang air laut di Kelurahan Batu Merah Batu Ampar minta pemerintah untuk segera memasang tanggul pemecah ombak di tepi laut dekat mereka berdomisili.

“Kami sudah dari beberapa tahun yang lalu berharap kepada pemerintah Kota Batam dan Provinsi Kepri untuk memasang tanggul pemecah ombak, tapi sampai sekarang belum terwujud juga,” kata Zamzibar warga Batu Merah, Selasa (5/1/2021).

Menurut Zamzibar, jika tanggul pemecah ombak itu sudah dipasang, maka kejadian serupa tidak akan terjadi lagi.

Kejadian gelombang pasang air laut di Kelurahan Batu Merah yang besar itu sudah terjadi 4 kali. Yakni tahun 1999, 2005, 2015 dan awal tahun 2021 ini.

Dari 4 kali kejadian yang besar itu, yang paling dahsyat sekali adalah tahun 1999. Oleh karena itu kita sangat berharap tanggul pemecah ombak itu ada.

“Tanggul pemecah ombak itu seperti batu besar yang dipasang dipinggir laut agar apabila ada ombak besar maka tidak lagi langsung menghantam rumah warga,” tuturnya.

Lanjutanya, sebelumnya pemerintah Provinsi Kepri sudah ada melakukan surve untuk pembuatan tanggul pemecah ombak itu, namun sampai sekarang belum ada, mungkin karena pandemi Covid-19.

Diberitakan sebelumnya, pada Jumat (1/1/2021) telah terjadi peristiwan gelombang pasang besar di Kelurahan Batu Merah Kota Batam.

Akibat dari kejadiaan tersebut, sebanyak 8 rumah hancur. Sedangkan rumah yang rusak ringan dan yang rusak berat sebanyak 26 rumah. Jumlah warga yang terdampak sebanyak 36 Kartu Keluarga (KK). (dam)

News Feed