by

Begini Kronologi Hilangnya Penyelam yang Bertugas Menimbulkan KIP Timah 10

KARIMUN (HK)-Pada hari kedua, Selasa (5/1/2021) hilangnya penyelam yang bertugas melakukan penimbulan Kapal Isap Produksi (KIP) 10 milik PT TImah Tbk di perairan sebelah barat Pulau Kenipan, Kecamatan Kundur masih belum ditemukan.

Identitas penyelam yang diketahui bernama Nurul Ikhsan (46), sehari-harinya bekerja sebagai karyawan PT Harta Karunia Sejati. Korban merupakan warga Jalan Sekolah RT 07 Kelurahan Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka. Dia mulai melakukan penyelaman pada Senin (4/1/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan melalui Kasatpolair, Iptu Binsar Samosir mengatakan, hilangnya penyelam tersebut di titik koordinat 0°54’14.3″N 103°16’35.0″E atau di sekitar perairan sebelah barat Pulau Kanipan.

Berikut kronologi sebelum dan saat korban dinyatakan hilang berdasarkan penjelasan Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir.

Pada Senin, 4 Januari 2021 sekitar pukul 09.30 WIB, Nurul Ikhsan bersama 5 orang rekannya dari PT Harta Karunia Sejati melaksanakan aktivitas penyelaman/salvage untuk KIP 10 yang tenggelam pada Agustus 2019.

Sebelumnya, pada Juli 2020, PT Harta Karunia Sejati telah memenangkan tender pengerjaan untuk menimbulkan KIP 10 sesuai perjanjian sampai KIP 10 dapat disandarkan ke Dermaga Sikumbang, Kecamatan Kundur Barat, Karimun.

Dikatakan, pekerja yang melaksanakan kegiatan penyelaman antara lain Dudy Arisman selaku project manajer bersama helper yakni Ali Akbar, Joko Tingkir, Asmadi, Wahyu, Samsuar dan Sandi. Penyelaman dilaksanakan kurang lebih 3-4 kali sejak pukul 08.30 WIB.

“Adapun teknik kerja yang dilakukan dengan mengikatkan tali ke bagian tubuh masing-masing penyelam untuk kontrol masing-masing penyelam dan saat itu penyelaman telah membagi 2 tim sampai pukul 15.00 WIB,” ujar Binsar.

Dikatakan, selesai bekerja melaksanakan aktifitas selam bersama-sama, kemudian korban atas nama Nurul Ikhsan bersama Ferianto menyelam kembali dengan tujuan mengecek posisi jangkar KIP 10. Setelah 13 menit penyelaman, Ferianto muncul ke permukaan air, sedangkan Nurul Ikhsan tidak kunjung timbul ke permukaan air.

Mengetahui hal tersebut, rekan-rekan kerja korban melakukan pencarian dengan cara turun melakukan penyelaman. Namun, sampai saat ini belum ditemukan. Kemudian, Sat Polairud Polres Karimun turun ke TKP untuk melakukan SAR dan pencarian bersama dengan rekan-rekan kerja Korban. Namun karna angin dan ombak mulai kuat maka sementara dihentikan dan akan dilakukan SAR besok dengan Tim SAR lain.

Binsar menejelaskan, upaya yang telah dilakukannya antara lain:

1. Pada pukul 08.00 WIB Tim SAR dari Sat Polairud dibantu perusahaan dengan menggunakan KP-1002 patroli Polairud dan kapal carter dari PT Harta Karunia Sejati melakukan penyelaman/salvage untuk KIP 10 melaksanakan mencari korban yang hilang seputaran TKP dan diperairan tersebut.

2. sekitar pukul 10.30 WIB personil Satpolairud dan dibantu rekan-rekan korban yang bekerja untuk PT Harta Karunia Sejati sebanyak 4 orang melaksanakan penyelaman/salvage ke dasar laut tempat dimana korban hilang selama kurang lebih 20 menit lamanya. Namun, korban Nurul Ikhsan tidak ditemukan.

3. Bahwa di lokasi (dasar laut) yang diduga tempat hilangnya korban belum memasuki bagian dari Kapal KIP 10 yang karam dan masih berada di luar kapal. Sedangkan pekerjaan yang dilakukan saat itu hanya melakukan pengecekan tali seling antisipasi ketika kapal di timbulkan terjadi hambatan untuk kapal timbul ke permukaan.

4. Sekitar pukul 12.30 WIB, KP-1002 Sat Polairud Polres Karimun melaksanakan pencarian dan SARr diseputaran perairan TKP yakni Pulau Tembelas, Pulau Kenipan, Pulau Lalang dan Pulau Babi.

5. Dari hasil kegiatan pencarian /SAR yang dilakukan Satpolair Polres Karimun dengan cara melakukan penyelaman/salvage terlihat bahwa posisi kapan KIP 10 dalam keadaan telungkup yakni ponton berada di atas sedangkan bagian rumah di posisi bawah. (ham)

News Feed