by

Bukopin Berganti Nama Jadi Bank KB Bukopin

Bank Bukopin resmi berganti nama menjadi KB Bukopin. Hal itu diumumkan usai gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa (22/12) di The Westin Hotel, Jakarta.

President Director Bank Bukopin Rivan A. Purwantono menyatakan, perubahan nama itu didasarkan pada penguatan eksistensi grup KB Bank melalui penggunaan merek KB secara global di seluruh afiliasi KB Financial Group yang tersebar di 14 negara.

“Pada saat yang bersamaan, perseroan juga memiliki akar kuat sejak pendiriannya oleh gabungan induk koperasi di tahun 1970. Perseroan dengan nama Bukopin telah mengalami perjalanan panjang dalam memperluas kekuatan koperasi di Indonesia, sehingga ke depannya tetap berkomitmen mendukung pengembangan Koperasi dalam berkontribusi lebih luas di perekonomian di Indonesia,” kata Rivan.

Rivan menambahkan, pada 2020 Bank Bukopin berhasil mencatat sejarah baru dengan menuntaskan dua aksi korporasi. Masing-masing adalah penerbitan saham baru dalam skema Penawaran Umum Terbatas melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada bulan Juli, dilanjutkan penerbitan saham baru dalam skema Penambahan Modal Tanpa HMERD yang dituntaskan pada awal September lalu.

Setelah kedua penambahan modal tersebut, ekuitas pun disebut mencapai Rp10,2 triliun dan rasio permodalan perseroan membaik dari 12,59 persen pada Desember 2019 menjadi 16,34 persen per akhir September 2020. Sementara pada komposisi pemegang saham, KB Kookmin Bank telah resmi jadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) dengan kepemilikan sebesar 67 persen.

Seiring dengan kehadiran KB Kookmin Bank, Rivan mengatakan bahwa kepercayaan publik dan investor terus meningkat. Hal itu terlihat dari jumlah transaksi perdagangan saham perseroan yang meningkat, serta harga saham. Pada 21 Desember, saham perseroan ditutup mencapai Rp610 yang menjadi harga tertinggi dalam 3 tahun terakhir.

“Harga saham perseroan mengalami kenaikan secara konsisten sejak KB resmi menjadi PSP Perseroan pada akhir Juli 2020, hingga 21 Desember 2020 mencapai kenaikan sebesar 242,70 persen,” ungkap Rivan.

Dalam RUPSLB, ada tiga agenda utama yang jadi pembahasan. Selain pergantian nama dan logo, juga diadakan perubahan susunan direksi dan dewan komisaris, serta permintaan Persetujuan Peningkatan Paket Remunerasi bagi anggota direksi dan dewan komisaris untuk sisa tahun buku 2020 dan seterusnya.

Berdasarkan hasil keputusan RUPSLB, komposisi dewan komisaris dan direksi Bank Bukopin periode 2019-2024 adalah sebagai berikut:

Komisaris: Bo Youl Oh
Komisaris Utama Independen: Sapto Amal Damandari
Wakil Komisaris Utama Independen Komisaris: Chang Su Choi
Komisaris: Nanang Supriyatno
Komisaris: Deddy SA Kodir
Komisaris: Susiwijono
Komisaris: Tippy Joesoef
Komisaris: Hae Wang Lee

(sumber: cnnindonesia.com)

News Feed