by

Meski Telah Divaksin, Pakai Masker Tetap Wajib! Ini Alasannya

Apakah dengan sudah adanya vaksin Covid-19, lalu protokol kesehatan atau tata cara kehidupan normal baru kita salah satu contohnya yakni menggunakan masker setiap saat ketika beraktivitas di luar rumah jadi tak berlaku lagi?

Itu keliru. Sebab, menurut para ahli kesehatan, meski sudah divaksin tapi yang namanya memakai masker setiap saat itu tetap harus dilakukan.

“Saya pikir kita harus mempersiapkan diri untuk memakai masker untuk di masa mendatang, mungkin untuk tahun depan. Bahkan sampai ketika kita bisa memvaksinasi masyarakat umum,” kata Marybeth Sexton, Asisten Profesor Penyakit Menular di Fakultas Kedokteran Universitas Emory Atlanta.

Lalu apa saja alasan mengapa wajib pakai masker meski sudah divaksin? Mengutip Huffingtonpost, Selasa (22/12/2020) berikut paparan 4 alasannya, seperti menurut para ahli kesehatan.

Pertama, belum tentu menghasilkan imunitas pada semua orang

Trial vaksin Pfizer dan Moderna menunjukkan hasil yang sangat efektif. Tapi Marybeth mengingatkan masih ada sebagian dari populasi masyarakat yang tidak terlindungi.

“Ada 5% orang, dan berpotensi lebih banyak pada kelompok tertentu yang mungkin tidak kebal meskipun telah divaksin,” jelasnya.

Memakai masker tetap diperlukan untuk melindungi orang-orang yang tidak memiliki perlindungan dari Covid-19 sampai herd immunity dapat dicapai. Marybeth memperkirakan, 60 hingga 70% populasi agar kebal untuk bisa mencapai herd immunity.

Kedua, belum diketahui orang yang sudah divaksin apakah masih bisa menyebarkan virus

Alasan ini diungkapkan oleh Michael LeVasseur, Asisten Professor Epidemiologi dan Biostatistik Dornsife School of Public Health University. Dari keterangan Michael, sejauh ini memang masih jadi pertanyaan, apakah orang yang sudah divaksin masih bisa menyebarkan virus atau tidak.

“Masih jadi pertanyaan, apakah seseorang yang telah divaksin bisa mendapatkan infeksi yang mengakibatkan infeksi sekunder. Dengan kata lain, orang yang menerima vaksin mungkin masih dapat menularkan infeksi kepada orang di sekitarnya,” kata Michael.

Senada dengan Michael, Marybeth Sexton menambahkan, hingga saat ini vaksin Covid-19 masih terus diteliti untuk menjawab pertanyaan penyebaran pada individu yang divaksinasi. Maka dari itu, penggunaan masker masih tetap sangat penting, untuk memastikan orang-orang yang terlindungi ini tidak menyebarkan virus kepada orang-orang yang belum divaksin.

Ketiga, Imunitas tidak terjadi secara instan

Harus diingat bahwa imunitas tubuh tidak terjadi dalam waktu singkat. Michael LeVasseur menyebutkan, meski sudah disuntik vaksin tapi bisa saja kita tidak akan mencapai tingkat kekebalan yang diperlukan untuk mencegah infeksi selama 28 hari, tergantung pada vaksinnya.

Memakai masker tetap akan wajib dilakukan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyebaran Covid-19 saat masa tubuh merespon vaksin. Di saat sebagian orang bisa cepat mendapatkan vaksin, sebagian orang belum divaksin. Memakai masker di tempat-tempat umum dan ruang tertutup sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan semua orang sampai tiba waktu semua orang telah mendapatkan vaksin.

Keempat, Tergantung pada seberapa banyak populasi yang dapat vaksin

Marybeth menekankan, sangat penting bagi orang untuk memperhatikan sains yang dihasilkan dari uji coba, yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut bekerja dengan baik dan memiliki data keamanan yang baik.

“Mau atau tidaknya orang-orang langsung untuk divaksin secara langsung memengaruhi berapa lama kita harus memakai masker dan menunggu sampai situasi normal,” kata Marybeth.

Dengan kata lain, tidak mungkin mencapai public immunity apa pun jika orang-orang tidak mau diberi vaksin.*

(sumber: okezone.com)

News Feed