by

Gunung Semeru Meletus, Status Waspada

Gunung Semeru meletus pada pada Selasa (1/12) dini hari yang disertai aktivitas vulkanik berupa semburan awan panas ke arah tenggara dan selatan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan saat ini kondisi Gunung Semeru membaik namun statusnya masih waspada.

Demi keselamatan, maka segala aktivitas di gunung tertinggi di Pulau Jawa yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini ditutup.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mengumumkan hal tersebut dalam unggahan foto surat pengumuman di akun Instagram resmi mereka sejak Senin (30/11) ketika Gunung Semeru semakin menunjukkan gejala batuk.

“Baru saja beberapa bulan kita berjumpa kembali dengan indahnya ranu kombolo dan sekitarnya, kali ini rindu itu harus tertunda kembali untuk sementara waktu ya,” tulis Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

“Memperhatikan fluktuasi aktivitas Semeru yang meningkat dan antisipasi terjadinya hal yg tidak diinginkan khususnya keselamatan jiwa Pendaki Semeru, maka pendakian Gunung Semeru untuk sementara waktu ditutup total sejak tanggal 30 November 2020 sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian.”

“Bagi sahabat yang sudah terlanjur mendaftar untuk keberangkatan pada hari yang ditutup, mekanisme pergantian jadwal akan mimin sampaikan dikemudian hari sembari melihat perkembangan kondisi aktivitas Semeru. Mohon maaf jika kurang berkenan ya sahabat.”

“Untuk saat ini, mari bersama-sama kita doakan agar Gunung Semeru lekas pulih dan tetap memprioritaskan keselamatan dan menaati seluruh ketentuan & peraturan yang berlaku. Salam Konservasi.”

Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Gunung ini secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.*

(sumber: cnnindonesia.com)

News Feed