by

M Sani Diabadikan Sebagai Nama Jalan di Pulau Belat Karimun

KARIMUN (HK)-Mimpi masyarakat Pulau Belat untuk merasakan jalan mulus semakin menjadi nyata. Jika selama ini, jalan yang dilalui masyarakat di 4 desa Kecamatan Belat, penuh kubangan lumpur. Maka mulai tahun ini, mereka dapat merasakan jalan semenisasi.

Jalan semenisasi tersebut dalam tahap pengerjaan di Desa Lebuh dengan panjang 745 meter, lebar 5,10 meter dan ketebalan 20 sentimeter.

“Saat ini, kami tengah dalam pengerjaan jalan semenisasi di Desa Lebuh, dengan panjang 745 meter, lebar 5,10 meter dengan kedalaman 20 cm,” ujar Camat Belat, Aribowo Hadibroto, Kamis (26/11/2020).

Selain itu, jalan penghubung antara Desa Sebele dengan Desa Sungai Asam juga sudah mulai dikerjakan. Jalan yang baru dibuka dengan panjang 5,4 kilometer dan lebar rata-rata 10 meter tersebut masih dalam tahap pengerasan.

Tak tanggung-tanggung, nama Muhammad Sani, mantan Gubernur Kepri diabadikan sebagai nama jalan penghubung antar desa di Kecamatan Belat tersebut.

“Masyarakat Belat menamakan jalan yang sedang dibangun itu dengan nama Jalan M Sani,” ujar camat yang akrab disapa Bowo ini.

Kata Bowo, pengerjaan jalan penghubung antar desa di Kecamatan Belat tersebut menggunakan dana dari Provinsi Kepri tahun anggaran 2020.

Bowo menjelaskan, salah satu alasan jalan di Desa Lebuh lebih dulu disemenisasi, karena jalan di desa tersebut kondisinya menanjak dan menurun, sehingga masyarakat setempat sering jatuh saat melintasi jalan itu. Sementara, jalan lainnya masih fokus untuk pelebaran dan pengerasan.

“Pengerjaan jalan penghubung antara desa di Kecamatan Belat, mulai dari Desa Sebele, Desa Lebuh dan Desa Sungai Asam, anggarannya satu paket dari Provinsi Kepri,” beber Bowo.

Bowo berharap, agar pengerjaan jalan tersebut bisa selesai tepat waktu, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.

“Tujuan utama dibangunnya jalan ini adalah untuk konektivitas antar desa di Kecamatan Belat, supaya meningkatkan taraf perekonomian dan memudahkan dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat. Apalagi, saat ini Belat sudah memiliki ambulans sebagai penunjang kesehatan masyarakat.” pungkas Bowo. (ham)

News Feed