by

Usai ‘Nyoblos’, Pemilih di Karimun Dapat Uang Transportasi

KARIMUN (HK)-Ada yang menarik dari simulasi pemungutan suara yang dilaksanakan KPU Karimun di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06 di lapangan sepakbola Alor Jongkong, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Sabtu (21/11/2020). Dikatakan menarik, usai mencoblos ternyata pemilih malah mendapat uang transportasi yang sudah disediakan oleh KPU Karimun.

Alurnya, setelah pemilih mencoblos dan memasukkan kertas suara ke dalam kotak, maka tangan pemilih langsung dititikkan tinta. Biasanya, usai dikasih tanda dengan tinta, pemilih akan langsung pulang. Namun tidak dengan simulasi ini, pemilih malah diarahkan Linmas ke salah satu stand. Ternyata, di stand itu sudah disediakan dana sebagai pengganti uang transportasi bagi pemilih.

Sekretaris KPU Karimun, Arpan yang berada di stand tersebut mengatakan, simulasi pemungutan suara yang dilaksanakan di Alor Jongkong tersebut merupakan ujicoba pelaksanaan pemungutan suara yang akan dilaksanakan saat pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang. Jumlah pemilih yang masuk DPT dalam simulasi tersebut sebanyak 436 orang.

“Simulasi yang dilaksanakan hari ini, berdasarkan surat keputusan dari KPU yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia. Tujuan dilaksanakan simulasi ini adalah meningkatkan partipasi pemilih yang datang ke TPS pada tanggal 9 Desember 2020,” ujar Arpan.

Dikatakan, salah satu upaya yang dilakukan KPU agar pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) mau datang ke TPS pada saat simulasi tersebut adalah dengan menyediakan uang transportasi.

“Ketentuan yang sudah diatur oleh KPU RI, kita memberikan semacam uang transportasi kepada mereka (pemilih), sebesar Rp50 ribu. Uang tersebut sebagai penyemangat bagi mereka untuk datang ke TPS. Akan tetapi, hal yang kita lakukan pada hari ini tidak akan kita lakukan pada saat pemilihan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang,” jelas Arpan.

Arpan menyebut, pemberian uang transportasi tersebut hanyalah bagian dari upaya KPU agar simulasi bisa berjalan dengan baik dan lancar. Sebab, simulasi dilaksanakan pada hari kerja. Ketika masyarakat tidak disediakan uang transportasi, dikhawatirkan mereka tidak akan mau datang ke TPS.

“Soal aturannya saya tidak tahu, yang tahu pasti adalah Ketua KPU Karimun atau komisioner KPU lainnya. Bisa jadi ada Peraturan KPU atau ada aturan lain, namun saya tidak tahu pasti soal aturan itu,” tuturnya.

Sementara, Ketua KPU Karimun Eko Purwandoko menjelaskan, pemberian uang transportasi bagi pemilih saat simulasi di TPS 06, Alor Jongkong, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing juga dilaksanakan di tempat lain yang melaksanakan simulasi serupa. Pemberian uang transportasi itu merupakan kebijakan dari Ketua KPU RI.

“Ini merupakan kebijakan Ketua KPU RI. Kalau Peraturan KPU tentang pungut hitung belum keluar, saat ini masih digodok di DPR RI. Jadi tujuannya hanyalah kita tak ingin masyarakat merasa dirugikan dengan mendatangi TPS saat simulasi ini. Sebab, simulasi dilaksanakan pada hari kerja,” ungkap Eko.

Simulasi pemungutan suara tersebut juga dihadiri Pjs Bupati Karimun Herry Andrianto, Ketua Bawaslu Karimun Nur Hidayat, Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan dan Danlanal TBK Letkol Laut (P) Maswedi. (ham)

News Feed