by

Waspada! Daerah Ini Berpotensi Dihantam Gempa 8,5 M dari Segmen Siberut Mentawai

Pakar Gempa Universitas Andalas (Unand) Padang, Badrul Mustafa mengingatkan masyarakat Sumbar untuk mewaspadai peningkatan seismisitas sesar aktif di segmen Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Segmen Siberut masih menyisakan 2/3 energinya, jika keluar energi 2/3 bisa menimbulkan gempa dengan kekuatan 8,5 magnitudo bahkan sampai 8,9 magnitudo,” kata Badrul seperti dilansir harianhaluan.com, Jumat (13/11/2020) kemarin.

Menurut Badrul, gempa besar tersebut tidak bisa diprediksi kapan akan melanda Sumbar. Bencana itu bisa saja terjadi sejam lagi, satu menit lagi, bahkan hingga 10 tahun akan datang. Pasalnya energi tersebut terbentuk terus karena dorongan lempeng.

“Tapi semua itu bisa terjadi atas kuasa Allah. Sebagai orang beriman harus mendekatkan diri kepada Allah. Kalau dilaut yang perlu diwaspadai salah satunya segmen Siberut itu,” ujar Badrul.

Badrul menambahkan, jika segmen Siberut terjadi yang episetrumnya menimbulkan tsunami maka akan berdampak ke Sumatera Utara, Sibolga, Nias, Bengkulu, hingga Selatan Jawa. Namun intensitas gempanya berbeda-beda.

“Tetapi kalau terjadi tsunami episetrum gempanya itu yang berpeluang di Siberut sebelah barat,” ucap Badrul.

Badrul menuturkan daerah yang termasuk kedalam Siberut sebelah barat ini adalah Pesisir Sumatera Barat mulai dari Pasaman Barat, Agam, Tiku, Padang Pariaman, Kota Padang, dan Pesisir Selatan. Intensitas tsunaminya, air laut naik hingga ketinggian sekitar 6 (enam) meter.

“Tapi biasanya peneliti ambil langkah aman sekitar delapan meter. Makanya zona merah tsunami berketinggian delapan meter,” ucapnya. *

(sumber: harianhaluan.com)

News Feed