by

RSUD Raja Ahmad Thabib Angkat Giant Mioma 13 kg

TANJUNGPINANG (HK)- Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang berhasil mengangkat Giant Mioma seberat 13 kg dari dalam tubuh wanita berusia 51 tahun beberapa waktu lalu .

Untuk itu, mewaspadai penyakit tersebut Dr Defri,So.OG dokter Spesialis Kandungan meminta masyarakat khususnya para wanita untuk sedari dini mewaspadai haid tidak teratur.

Hal ini disampaikan Dr Defri,SP.OG di Tanjungpinang,Kamis (12/11)

Dr.Defri mengatakan bahwa Mioma uteri, leiomioma uteri, atau fibroid uterus adalah tumor jinak rahim yang sering timbul dalam usia reproduksi. Yangmana, Mioma memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi kanker. Ukurannya bervariasi, dari ukuran yang sangat kecil yang tidak terdeteksi dengan pemeriksaan ultrasonografi hingga yang ukurannya sangat besar hingga menambah volume rahim dan penderita tampak seperti sedang hamil tua.

“Gejalanya adalah menstruasi yang berlebihan, menstruasi yang lebih dari 1 minggu, nyeri panggul, sering buang air kecil dan konstipasi. Penyebab pasti kondisi ini belum diketahui, tetapi dicurigai faktor hormonal, perubahan genetik dan faktor pertumbuhan,” ungkap Dr.Defri.

Disampaikan dr.Defri hingga saat ini jumlah penderita belum diketahui secara akurat karena banyak yang tidak merasakan keluhan sehingga tidak segera memeriksakannya ke dokter, tetapi diperkirakan sekitar 20-30% terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun.

“Giant Myoma atau mioma raksasa adalah tumor jinak yang berasal dari otot rahim dengan ukuran yang sangat besar,” ungkap Defri.

Pengangkatan miom ini dilakukan oleh Spesialis Kandungan dr. Defri, Sp.OG yang berkolaborasi  bersama Tim Anastesi yang di ketua Eric Effendi, SpA dan Tim Kamar operasi.

Sebelum mendapatkan tindakan wanita berusia 51 tahun tersebut telah melalui berbagai macam pemeriksaan seperti pemeriksaan lab lengkap, USG, dan CT SCAN.

“Selanjutnya dokter menyarankan agar pasien bersedia untuk dilakukan pengangkatan mioma tersebut karena dikawatirkan mioma akan semakin membesar sehingga menyebabkan bertambahnya nyeri pada perut, pembengkakan pada kaki, gangguan mobilisasi, dan gangguan percernaan. Operasi berjalan lancar selama lebih kurang 2.5 jam dan mendapatkan transfusi 2 kantong darah selama operasi,” jelas Defri

Dokter yang telah 10 tahun berprofesi sebagai Spesialis Kandungan ini menjelaskan setelah operasi kemarin pasien menunggu hasil pemeriksaan Patologi Anatomi untuk mendapatkan diagnosa pastinya yang akan menentukan arah terapi selanjutnya.

“Dan Alhamdulillah sudah diketahui hasil patologinya Leiomioma Uteri.  Artinya adalah Tumor jinak rahim dan tidak ada tanda-tanda keganasan” ujar Dr Defri.

Selain itu dr. Defri Sp.OG menuturkan bahwa dalam operasi tumor mioma kali ini beliau mendapatkan tantangan tersendiri karena ini merupakan kasus yang jarang dan memerlukan persiapan yang sangat baik untuk meminimalkan segala resiko yang mungkin terjadi selama operasi terutama perdarahan dan cedera terhadap organ lain.

Bisa dikatakan bahwa kasus ini merupakan mioma terberat yang pernah di tangani di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang.

“Alhamdulillah berkat kerjasama seluruh perawat bidan, radiologi , UTD, tim kamar operasi, dan anestesi operasi berjalan lancar”, tutur Dr Defri

Diakhir perbincangan dr. Defri, SpOG berpesan bagi para wanita, agar segera melakukan pemeriksaan diri jika terjadi siklus haid kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari,  berlangsung lebih dari 7 hari.

” pendarahan di antara masa haid, nyeri haid yg berlebihan, ganti pembalut selang 1 jam,  telah berhenti  haid selama 12 bulan berturut-turut, tapi kemudian kembali mengalami haid.,” Tegas Defri kembali.(Zuk/Efr)

News Feed