by

Seperti Apa Euforia Biden dan Pilpres AS?

Joe Biden dan Kamala Harris telah diumumkan menjadi presiden dan wakil presiden terpilih AS oleh CNN Projection.
Setelah Pennsylvania mengumumkan Biden unggul dan mendapatkan 20 suara elektoral, Biden berhasil mencapai suara 273. Sementara lawannya, Presiden petahana AS Donald Trump mengantongi 213 suara.

Walau pernyataan resmi belum dikeluarkan dari negara, hasil hitung di berbagai media telah menunjukkan Biden yang akan menempati kursi orang nomor 1 di AS empat tahun mendatang.

Euforia pendukung Biden dan Harris menggema di mana-mana. Pilpres kali ini memang dinilai kontroversial dan memecahkan berbagai rekor menurut para pengamat.

Walau digelar di tengah pandemi corona, pilpres kali ini diklaim mencatatkan voters atau pemilih terbanyak dalam sepanjang sejarah pilpres AS.

Biden pun diklaim sebagai presiden terpilih tertua yang akan menjadi Presiden AS. Tak hanya itu, Harris menjadi wakil presiden perempuan pertama AS sekaligus menjadi perempuan kulit hitam keturunan India pertama sebagai wakil presiden.

Euforia tersebut pun turut ‘hinggap’ di Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di AS.

Salah satunya Dania Tanzil. Walau tak memilih, dia pun turut merasakan ketegangan dalam pilpres kali ini karena teman-temannya.

“Orang di sekitar saya banyak yang tegang dalam election kali ini. Temen kerja banyak yang stress karena takut Trump terpilih lagi,” ujarnya, Minggu (8/11).

Dania bercerita tempat tinggalnya di Seattle yang masuk dalam Washington State mayoritas dipenuhi oleh pengikut partai demokrat sehingga banyak pendukung Biden.

Menurutnya walau saat ini Biden unggul, tak serta merta membuat seluruh temannya tenang.

“Orang-orang masih agak was-was buat dua bulan ke depan, soalnya Trump masih jadi presiden,” kisahnya.

Bahkan menurutnya, banyak teman kerja yang mengambil libur karena stress dan tak mau membaca berita soal Pilpres AS.

Dania mengungkap pilpres kali terasa beda jika dibandingkan empat tahun lalu. Pandemi corona menjadi salah satu pembeda.

“Kerasa bedanya soalnya kalo disini biasanya kalo orang lebih peduli soal covid mereka bakal cenderung pilih Biden. Kalo mereka lebih peduli ekonomi mereka cenderung pilih Trump,” kisah Dania.

“Jadi karena situasinya semua lagi susah, orang-orang harus pilih mana yang lebih penting kan buat mereka,” tambahnya.

Menurut Dania, walau dia belum melihat sendiri keramaian perayaan Biden, namun di televisi lokal berbagai negara bagian mulai melakukan selebrasi kemenangan BIden

Tak jauh berbeda, Debora Christianson pun tinggal di daerah yang dimenangkan oleh demokrat dan Biden.

Debora yang tinggal di Portland (Oregon State) mengaku belum melihat perayaan kemenangan Biden karena lokasi tempat tinggalnya di dalam perumahan.

Tetapi, tak lama Biden dinyatakan menang oleh CNN Projection, menurut Debora ada mobil dengan klakson yang meneriakan Biden.

Bahkan, tetangganya yang mendukung Biden memasang tulisan Biden for President, Riden with Biden di rumahnya. Debora pun mengkisahkan sempat ada kerusuhan beberapa hari lalu di Portland.

“Ada yang membawa senjata terus disetop polisi,” kisahnya kepada CNNIndonesia.com.

Walau tak ikut memilih, Debora ikut merasakan euforia pilpres dari suaminya yang warga negara AS dan teman-teman suaminya.

“Ron (suaminya) dan teman-temannya takut saat pemilihan, karena awal perhitungan Trump sempat mendominasi,” cerita Debora.

Namun, kondisi berubah ketika keesokan hari mail ballot masuk dan angka demokrat naik banyak.

“Pilpres di sini seru. Beneran kalau mereka bilang free of speech ya memang bebas. Apa adanya blak-blakan,” kisah Debora.

Hingga beberapa jam setelah Biden dinyatakan unggul, Presiden petahana Donald Trump belum ada pernyataan resmi. Biden direncanakan untuk pidato pada pukul 8 malam waktu AS.*

(sumber: cnnindonesia.com)

News Feed