by

Apa Isi Pidato Pertama Joe Biden?

Joe Biden menyampaikan pidato pertamanya setelah diproyeksikan menjadi Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) di Wilmington, Delaware pada Sabtu malam waktu setempat. Biden berusaha menyatukan bangsa dengan pidatonya, dia mengatakan pengendalian Covid-19 jadi langkah awal untuk memperbaiki ekonomi Negeri Paman Sam.

“Pekerjaan kami dimulai dengan mengendalikan Covid-19. Kita tidak dapat memperbaiki ekonomi, memulihkan vitalitas, atau menikmati momen paling berharga dalam hidup seperti halnya memeluk cucu, ulang tahun, pernikahan, wisuda, semua momen yang paling penting bagi kita sampai virus ini terkendali,” ujar Biden, dikutip dari CNBC pada Minggu (8/11/2020).

Dalam meletakkan prioritas pertamanya, Biden mengatakan akan mengumpulkan sekelompok ilmuwan untuk menghasilkan rencana dalam mengatasi pandemi virus corona yang masih memukul hampir seluruh sektor ekonomi AS, dan siap untuk memulainya pada hari pelantikannya pada 20 Januari 2021.

“Pada hari Senin, saya akan menunjuk sekelompok ilmuwan dan ahli terkemuka sebagai tim penasihat transisi untuk membantu memulai rencana ‘the Biden-Harris Covid’ dan mengubahnya menjadi cetak biru tindakan yang dimulai pada 20 Januari 2021,” kata dia.

Seperti diketahui dalam kampanyenya, Biden bersama Wakil Presiden terpilih Kamala Harris menjanjikan berbagai program pemulihan ekonomi. Mulai dari mendukung rencana untuk merestrukturisasi kredit, meningkatkan jaminan sosial untuk pensiunan, dan memberikan bantuan tunai untuk usaha kecil. Dia menawarkan proposal yang ambisius, seperti menginvestasikan 2 triliun dolar AS di berbagai bidang seperti energi bersih, infrastruktur, dan angkutan umum.

Selama kampanye, Biden juga mendukung pengentasan kesenjangan ekonomi di AS. Dia menyerukan untuk menghapuskan kebijakan pemotongan pajak yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump sejak 2017. Dirinya berjanji untuk menaikkan tarif pada perusahaan dari 21 persen menjadi 28 persen, dan beberapa perubahan aturan pajak lainnya.

Dalam pidato pertamanya itu, Biden juga menyinggung terkait perubahan iklim. Dalam gagasan kampanyenya, Biden mewacanakan investasi hingga 400 miliar dolar AS dalam penelitian energi terbarukan, memperketat peraturan polusi mobil, menindak pencemaran oleh perusahaan, membangun 500.000 stasiun pengisian kendaraan listrik dan menghilangkan polusi karbon dari pembangkit listrik pada 2035.

Baik Biden maupun Harris mengakui beratnya pekerjaan yang akan dihadapi mereka, itu tidak akan mudah, kata mereka, tetapi mereka siap. Pidato Biden diakhiri dengan visi luhur tentang bangsa yang akan ia pimpin selama empat tahun ke depan. “Kami selalu melihat ke depan, ke depan ke Amerika yang lebih bebas dan lebih adil,” katanya.*

(sumber: okezone.com)

News Feed