by

RSUD Natuna Ditutup Sementara

Natuna (HK) – Pemerintah Kabupaten Natuna menutup RSUD Natuna, Senin (2/11). Kebijakan ini diambil menyusul ditemukannya seorang tenaga kesehatan rumah sakit itu positif corona.

Juru Bicara Gugus Tugas (Gustu) Penanganan COVID-19 Natuna, Hikmat Aliansyah menuturkan tenaga medias RSUD yang positif corona itu berjenis kelamin perempuan. Kesehariannya bertugas di IGD Natuna sebagai perawat

Yang bersangkutan awalnya mengalami keluhan penciuman. Ia kesusahan menciuam aroma apapun sehingga dilakukan rapid test dan test swab terhadap yang bersangkutan.

“Swabnya kita kirim dan hasilnya baru kita dapatkan hari ini, tepatnya tadi pagi dari Batam dan hasil tesnya positif corona. Dan pasien bersangkutan dirawat di RSUD,” tutur Hikmat.

Dengan begitu Pemerintah Kabupaten Natuna mengambil beberapa langkah untuk melakukan penanggulangan dan antisipasi penularan yang lebih luas di antaranya melakukan isolasi terhadap 34 orang pegawai RSUD dan tiga orang keluarga pasien yang diduga kontak langsung dengan pasien tersebut.

“Petugas IGD sebanyak 25 orang dan dan petugas ruang isolasi RSUD sebanyak 9 orang disolasi secara terpadu di IGD, semuanya ini diisolasi di rumah sakit. Sementara tiga keluarga pasien dikarantina secara mandiri di rumahnya dengan pengawasan ketat dari Tim Gustu. Dan terhadap tiga orang keluarganya dilakukan tes swab, Insya Allah besok kita kirim sample swabnya ke Batam,” jelas Hikmat.

Selain langkah itu pemerintah juga menutup RSUD Natuna selama 14 hari kedepan. Namun terhadap pasien yang sudah berada di RSUD akan tetap dilayani sebagaimana mestinya tanpa ada jam besuk.

“IGD dan Poli tutup, tidak menerima pasien baru kecuali yang bersalin cesar dan jam besuk ditiadakan. Jadi RSUD ditutup untuk sementara bagi umum,” tegasnya.

Terkait pelayanan kesehatan, pemerintah telah mengambil langkah-langkah yakni memaksimalkan fungsi Puskesmas dan menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Intgeritasi TNI yang berada di Lanud Raden Sadjad Natuna.

“Kalau ada yang mau berobat ke Rumah Sakit Integrasi, kami udah koordinasi dengan rumah sakit itu. Untuk urusan BPJS nanti kami koordinasi kembali dengan pihak BPJS. Puskesmas juga kami makasimalkan selama 14 hari ke depan ini,” terangnya.

Sedangkan untuk penutupan pelabuhan, bandara, sekolah dan fasilitas umum lainnya, Hikmat menegaskan belum ada opsi dan keputusan untuk itu.

“Pelabuhan dan bandara masih akan tetap buka, kami memilih lebih mengintensifkan screning ketimbang mengambil keputusan menutup pelabuhan, bandara dan faslitias lainnya,” ujar hikmat.

Ia mengimbau agar warga tidak panik dan tetap menjaga jarak sehingga bisa terhindar dari corona. (fat)

News Feed