by

BP Batam Ajak Warga Merehabilitasi Hutan Lindung

Hutan lindung dan hutan konservasi yang ada di Batam merupakan jantung untuk ketersediaan sumber air di Batam. Karena itu, hutan ini meski dijaga dan dirawat dengan baik.

Diketahui, ada sejumlah titik di hutan lindung dan hutan konservasi di Batam rusak akibat tangan-tangan tak bertanggung jawab. Karena itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan rehabilitasi dengan menanam pohon di area-area tersebut. Dalam program penghijauan ini, BP Batam mengajak masyarakat dan sejumlah elemen lainnya. Salah satunya telihat dalam kegiatan Jum’at Hijau Berseri belum lama ini.

Kasubdit Pengamaman Lingkungan dan Hutan Ditpam BP Batam, Tony Febri, mengungkapkan, penanaman pohon bersama ini merupakan rangkaian kegiatan terpadu pengamanan, perlindungan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah kerja BP Batam.

Dalam kegiatan itu, tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Pengamanan Aset bersama Badan Usaha Fasilitas Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL), Manggala Agni Daops Batam, melakukan penanaman 300 bibit pohon Mahoni dan Pulai untuk menjaga kelestarian hutan lindung di daerah tangkapan air. Sejumlah masyarakat juga turut berpartisipasi dalam penanaman pohon tersebut.

“Kita berharap lahan-lahan yang ada di Pulau Batam, terutama hutan lindung dan hutan konservasi bisa segera direhabilitasi. Dengan kondisi hutan yang baik akan menghasilkan ketersediaan sumber air untuk masyarakat Batam. Kita juga mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga kelestarian hutan dan ketahanan waduk akan terjaga dengan baik,” kata Tony Febri seraya menambahkan jika program seperti itu akan dilanjutkan pada 2021 nanti.

Hal serupa juga dilakukan oleh BP Batam bersama komunitas sepeda di Batam. Seperti yang terlihat dalam kegiatan yang dilakukan pada, Sabtu (24/10/2020) lalu. Sejumlah komunitas sepeda Batam juga turut berpartispasi, antara lain BIFZA Cycling Community (BCC), Blue Bike Community (BBC), Cross Country Cycling Community (4C), dan LSM pemerhati lingkungan Batam, Beringinesia. Dalam kesempatan itu dilakukan penanaman sebanyak 100 bibit pohon. Adapun jenis pohon yang ditanam, antara lain Mahoni dan Andira.

Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, dalam kegiatan itu menyampaikan apresiasinya kepada para goweser yang telah berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon. Menurutnya, kegiatan ini akan menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan.

“Daerah Tangkapan Air (DTA) di Batam perlu dilakukan perawatan agar kondisinya semakin baik,” ujar Syahril.

Menurutnya, jika DTA dapat dikelola dengan baik, maka ketersediaan air baku sesuai kapasitas desainnya dapat terpenuhi, sehingga mencegah berkurangnya kapasitas air baku.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto Pranoto, berharap, melalui program penanaman pohon ini, manfaat jangka panjangnya dapat dirasakan para generasi penerus Kota Batam di masa depan. (hkc/adv)

News Feed