by

Perusak Motor di Karimun Akhirnya Sadar dan Minta Maaf

KARIMUN (HK)-Pria pelaku pengrusakan motor di Karimun akhirnya diamankan ke kantor polisi. Usai menjalani pemeriksaan di Polres Karimun, pria tersebut mengaku khilaf dan meminta maaf. Pelaku diketahui bernama Indra Putra, dia mengaku lahir di Tanjungbalai Karimun.

“Saya mengakui ini kesalahan saya. Saya tidak memakai helm, tidak punya SIM dan merusak kendaraan saya sendiri,” ujar pelaku didampingi Kasat Lantas Polres Karimun, AKP R Mochamad Dwi Ramadhanto, Selasa (27/10/2020).

Pelaku juga meminta maaf kepada masyarakat Tanjungbalai Karimun dan meminta masyarakat Karimun untuk tidak mengulang perbuatan yang pernah dilakukannya itu.

“Saya silaf, dan saya mohon kepada masyarakat Tanjungbalai Karimun, agar kejadian ini tidak terulang kembali,” ungkap pelaku.

Dwi Ramadhanto menyebut, pelaku hanya khilaf melakukan itu dan tidak memiliki maksud lainnya.

Diberitakan sebelumnya, ada kejadian aneh dan lucu selama berlangsungnya Operasi Zebra Seligi 2020 yang digelar Polisi Lalu Lintas selama dua pekan, yakni sejak 26 Oktober hingga 8 November 2020. Salah satunya terjadi di Karimun.

Pada hari kedua Operasi Zebra, Selasa (27/10/2020), ada kejadian yang cukup menggelitik terjadi di wilayah hukum Polres Karimun.

Salah seorang pemilik kendaraan motor roda dua tak terima ditegur anggota Satlantas Polres Karimun, karena diduga telah melanggar aturan berlalu lintas.

Pemotor tersebut melempar sepeda motornya berulangkali dengan batu besar sambil mengeluarkan kata-kata tidak puas. Sepeda motor tersebut nampak tergelatak di pinggir jalan depan rumah warga tak jauh dari SMA 2 Karimun.

Di dekat pengendara motor yang mengenakan baju kaos warna hitam dan merah, celana jins warna biru dan sepatu warna hitam merah serta topi warna hitam itu, berdiri dua orang polisi dari Satlantas Polres Karimun.

Kedua polisi tersebut, hanya diam melihat aksi yang dilakukan pengendara motor itu.

Kasat Lantas Polres Karimun, AKP R Mochamad Dwi Ramadhanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Memang benar, lokasi kejadian itu di sekitar daerah Baran,” ujar Dwi Ramadhanto.

Dwi menyebut, pengendara motor tersebut merasa tidak puas ditegur oleh polisi.

“Dia hanya tidak puas, ketika ditegur anggota kami. Kemudian melepaskan kekesalannya dengan melempar sepeda motornya pakai batu,” jelasnya.

Hanya saja, Dwi tidak menjelaskan lebih rinci pelanggaran apa yang telah dilakukan pengendara motor tersebut. Dwi hanya menyebut, pengendara motor tersebut juga sudah dibawa ke Mapolres Karimun untuk diberikan pembinaan.

“Dia sudah dibawa ke kantor, tadi kami sudah memberikan pengarahan padanya. Sudah selesai masalahnya,” pungkasnya.

Aksi pemotor yang melempar kendaraannya dengan batu besar tersebut, direkam oleh seseorang. Rekaman video tersebut akhirnya menyebar di sejumlah WAG di Karimun. (ham)

News Feed