by

Maskapai di Indonesia Akan Terapkan Tiket Murah

Maskapai di Indonesia menyambut baik kebijakan kebijakan stimulus Subsidi penerbangan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U).

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) siap mengimplementasikan peniadaan tarif Passenger Service Charge (PSC) pada komponen tarif tiket pesawat terhitung mulai 23 Oktober 2020 hingga 31 Desember 2020 di 10 bandar udara yang dilayani Garuda Indonesia dari 13 bandar udara yang telah ditentukan Pemerintah.

Menyusul hal tersebut, anak usaha Garuda Indonesia, yaitu PT Citilink Indonesia juga melakukan hal serupa. Begitu juga maskapai Lion Air.

Corporate Communication Strategic PT Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Secara mekanisme Lion Air Group akan mengikuti dan sesuai bandar udara yang telah ditentukan. Seperti di Medan, Batam, Jakarta, Banyuwangi, Jogja, Labuan Bajo dan lainnya.

“Harapannya agar tren dan pertumbuhan penumpang pesawat udara membaik (naik),” ujarnya, Sabtu (24/10/2020).

Menurutnya, harga tiket akan lebih terjangkau atau murah. Dirinya menjelaskan, untuk harga jual tiket pesawat udara saat ini merupakan implementasi penggabungan beberapa komponen menjadi kesatuan harga jual tiket pesawat.

Namun dirinya memberikan beberapa catatan mengenai komponen tersebut. Salah satunya Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax.

“Airport tax, besarannya berbeda-beda mengikuti bandar udara di masing-masing kota. Sebagai informasi, mulai 1 Maret 2018, PJP2U atau PSC terbaru sudah termasuk ke dalam komponen harga tiket. Dengan demikian, jika ada perubahan pada tarif PSC akan mempengaruhi nominal pada harga tiket,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, jika PSC di 13 bandara akan dihapuskan atau Rp0 maka komponen harga tiket berubah. Sehingga akan lebih murah.

Sementara itu, Citilink juga akan menurunkan harga tiketnya. harga tiket maskapai penerbangan Citilink mengalami penurunan 10% hingga 15% dari harga tiket publish bagi pembelian tiket khusus untuk keberangkatan dari 13 bandara tersebut.

“Citilink mengapresiasi serta menyambut baik program stimulus penerbangan yang digagas oleh Kementerian Perhubungan. Seiring dengan program baik pemerintah ini, kami berkomitmen untuk mendukung secara penuh dalam mengimplementasikan program stimulus ini sehingga dapat mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman serta menggairahkan kembali industri penerbangan domestik khususnya pada masa adaptasi kebiasaan baru,” kata Direktur Utama Citilink Juliandra dalam keterangan tertulisnya.

Juliandra menambahkan bahwa Citilink telah mempersiapkan seluruh infrastruktur pendukung sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan serta berkoordinasi erat dengan stakeholders sehingga program tersebut dapat terimplementasikan dengan baik di seluruh channel pembelian tiket Citilink.*

(sumber: okezone.com)

News Feed