by

Inilah Bentuk Konsistensi BP Batam Menjaga Wilayah Hutan dan Waduk

Hutan dan waduk di Batam merupakan aset utama yang meski dijaga dengan baik. Soalnya, aset inilah yang menopang seluruh aktifitas masyarakat di Batam. Untuk itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Direktorat Pengamanan Aset bersama Badan Usaha Fasilitas Lingkungan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL), Manggala Agni Daops Batam, terus melakukan pengawasan melalui patroli pengamanan, perlindungan, pencegahan hutan dan lahan di wilayah kerja BP Batam.

Dalam patroli terpadu yang dilakukan pada, Rabu (21/10/2020), tim gabungan tidak hanya melakukan pengawasan, juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di Kampung Sidomulyo, Tembesi untuk ikut serta menjaga kelestarian hutan lindung. Selain itu, dilakukan penanaman pohon sebanyak 300 buah di kawasan Daerah Tangkapan Air Waduk.

Kasubdit Pengamaman Lingkungan dan Hutan Ditpam BP Batam, Tony Febri, yang memimpin langsung kegiatan mengatakan, program seperti itu akan dilakukan secara rutin.

“Selain melakukan pengawasan, kita juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat serta melakukan penanaman pohon,” kata Toni Febri.

Sementara itu, Kepala Daops Manggala Agni Sumatera VIII/Batam, Chaerul P. Ginting, menyampaikan, dalam sosialisasi pihaknya meminta masyarakat agar tidak melakukan penebangan liar dan pembakaran hutan karena hutan merupakan objek vital yang akan berpengaruh terhadap daerah tangkapan air.

Sebelumnya, dalam sejumlah kesempatan, Direktur Pengamanan Aset BP Batam, Brigjen Pol. Mohammad Badrus, selalu mengingatkan jajarannya meningkatkan patroli pengamanan di seluruh hutan lindung daerah tangkapan air waduk.

Tujuannya, ucap Dia, untuk memelihara zona ketahanan waduk dan menjaga sumber air di Batam dari aktifitas ilegal yang dapat merusak waduk dan air yang ada di dalamnya.

Tidak hanya pada jajarannya, Dia juga menegaskan agar masyarakat tidak melakukan aktifitas ilegal di daerah tangkapan air di waduk-waduk di Batam. Sebab, kalau waduk rusak, maka Batam akan bisa krisis air. Ini jelas memberi dampak buruk bagi aktifitas masyarakat. (hkc/adv)

News Feed