by

Akhlak Rasulullah SAW dan Revolusi Moral

  • Oleh: H. Muhammad Nasir. S.Ag., M.H., Kakan Kemenag Lingga 

Tidak asing bagi umat Islam Indonesia jika setiap momen peringatan hari besar seperti Maulid Nabi SAW, di kalangan umat Islam terlihat aura semangat keimanan yang bersifat hablum minallah dan hablumminannas yang tergambar dalam kontek kehidupan sosial berupa peringatan keagamaan. Dan ini telah menjadi budaya yang sangat signifikan. Sebagai sebuah budaya yang memiliki akar kuat dalam kehidupan sosial, umat Islam selalu memperingati maulud Nabi Muhaamd SAW dengan cara berbeda (ceramah, salawatan, konser keagamaan, dll) setiap tahunnya. Dalam pandangan umat Islam, momentum kelahiran Muhammad SAW merupakan tonggak sejarah mulainya orde revolusi moral dalam sistem kehidupan manusia, yaitu moral ketuhanan dan moral kemanusiaan sekaligus.

Sejak kelahiran Muhammad SAW, sampai saat ini misi profetik kerasulan terus berkembang dan mengalami wujud nyata dalam kehidupan masyarakat. Misi utamanya adalah revolusi teologi yang selanjutnya merombak tatanan moral jahiliyah dengan akhlaq karimah. Sejak zaman jahiliyah sampai dunia modern saat ini, tatanan akhlaq yang menjadi misi utama beliau tidak pernah kering dipelajari dan ditransformasi. Ia bagaikan samudra yang tak bertepi yang tergambar dalam perilaku dan tindakan kehidupan. Benar apa yang dikatakan beliau dalam sebuah sabda-Nya yang artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad, Bukhari)

Begitu agung dan mulianya akhlak Rasulullah SAW, sampai saat ini sejarah kehidupanNya tetap dikenang dan dipuja oleh banyak kawan maupun lawan. Seorang orientalis sekalipun Michael H.Hart (1978) umpamanya, menempatkan Muhammad SAW sebagai urutan pertama yang berpengaruh di dunia. Napoleon Boneparte juga pernah mengatakan, “Saya menyembah tuhan tetapi juga memuji Muhammad SAW”. Begitu orang non muslim memuji Muhammad SAW, apalagi orang muslim yang benar-benar beriman kepada-Nya.

Ketika dunia modern terus berkembang pesat dengan prestasi tehnologi sebagai kebanggaan, tatanan akhlak mulai menipis dan buram. Manusia seperti kehilangan tuntunan dan teladan kehidupan, sehingga hidup terasa hampa dan kering. Kehidupan terasa sesak , bukan karena banyaknya jumlah penduduk dunia, tetapi sesak karena pola tingkah sayyiah, fahsya wal munkar merajalela dan seakan-akan telah menjadi hiyasan kehidupan. Maka ketika itu tidak ada jalan lain yang dapat menyelamatkan kehampaan moral kecuali contoh teladan dalam akhlaq Muhammad SAW.

Rasulullah SAW lahir dengan misi suci ideal membangun moralitas dengan akhlak mulia. Akhlaq merupakan instrumen yang berfungsi sebagai pedoman perilaku yang dicontohkan beliau dalam hubungan horizontal sesama manusia dan hubungan vertikal kepada Allah SWT. Akhlak bukan perilaku yang diteorikan tetapi perilaku yang dipraktikkan. Perilaku akhlak itulah yang menjadi simpul ketaatan dan keimanan yang dapat memperbaiki dan mengubah moralitas masyarakat. Sebagai sebuah revolusi moral, contoh dan teladan akhlak Rasulullah SA, harus ditempatkan sebagai tindakan nyata dalam pergaulan global yang sarat dengan tantangan. Pergaulan dunia global dengan berbagai tantangan yang begitu dahsyat, harus dihadapi dengan keinginan yang kuat untuk mencontoh atau menteladani tata kehidupan Rasulullah SAW, baik dalam kontek kehidupan peribadi maupun dalam kontek kehidupan bernegra dan berkeluarga. Keteadanan akhlak Rasulullah SAW, sangat kita butuhkan kapanpun dan dimanapun. Dengan akhlak mulia, kita ingin bangkit dan membangkitkan kesadaran normatif umat ini untuk membebaskan manusia dari penjajahan a-moral yang membelenggu kehidupan.

Momen peringatan Maulid Nabi SAW, merupakan momen revolusi akhlak menuju kehidupan yang dicitakan oleh setiap insan. Dan untuk merespon hal itu , umat Islam harus kembali merevitalisasi misi suci kelahiran Muhammad SAW, dan kita jadikan sebagai elan profetik suci yang harus di bumikan. Sehingga ketoladanan beliau saw, dapat berfungsi kembali sebagai pembawa dan pendorong perubahan tumbuhnya akhlak muliya dalam kehidupan. Disilan kita harus menyadari dan melihatkan kembali visi transformatifnya di hadapan problematika masyarakat modern yang semakin meng-global.

Akhlak Muhammad saw adalah nilai-nilai luhur, mulia dan kesejatian. Beliau mencontohkannya untuk manusia, agar manusia menjadi manusia sesunggnya ( Insan Kamil ). Maka dengan lajunya peradaban dan nilai-nilai de-humanisasi dan de-moralisasi , akibat lajunya perkembangan tehnologi komunikasi, maka harus segera di ejawantahkan dalam prangkat dan pranata yang lebih kongkret guna merealisasikan perubahan moral yang lebih baik, agar umat ini segera menuju tatanan ideal, untuk menjadikan akhlak sebagai cita-cita dan kebutuhan mendesak kemanusiaan saat ini.

Untuk itu umat Islam harus berbenah diri, melakukan evaluasi kedalam, melepaskan diri dari jeratan yang membelenggu dan menipu untuk menjadi sosok muslim yang sejati. Sudah saatnya kita harus menjadikan akhlaq sebagai kepribadian, sebagai sikap dan perilaku dalam masyarakat. Dengan akhlak kita akan menghargai kemanusiaan, akan termotivasi untuk berbuat kebaikan sehingga kita menjadi hamba yang dapat menunjukan hubungan ritual yang baik kepada Allah swt, berlanjut dengan perilaku actual yang muliya terhadap sesama manusia. Dengan kata lain bahwa hablumminallah memacu dirinya untuk membuktikannya di tengah-tengah pergaulan hablumminannas. bahwa Ia adalah manusia yang terbaik , karena ; “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Akhirnya kita tentu berharap , momentum peringatan maulid nabi Muhammad SAW, tahun ini dapat di jadikan sebagai lompatan perubahan bagi moralitas bangsa dengan menteladani alkhaq Rasulullah SAW. Mudah-mudahan Allah SWT, selamatkan bangsa kita dari perpecahan dan pertikaian, dihindarkan dari perseteruan yang saling merendahkan, agar kita bisa bangkit ditengah pandemi yang masih melanda negeri ini, dengan menjunjung tinggi akhlak mulia menuju bangsa yang berkarakter dan bermoral tinggi . Aamiin.**

News Feed