by

Suami-Istri Pemilik Kedai Kopi Melegenda di Karimun Meninggal Karena Covid

KARIMUN (HK)-Serangan virus corona di Karimun makin mengganas. Hingga hari ini, tercatat 6 orang meninggal karena virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina tersebut. Dua pasien meninggal terakhir, merupakan pemilik salah satu kedai kopi yang melegenda di Karimun.

Awalnya, sang istri meninggal pada Selasa (20/10/2020) sore. Kemudian, suaminya juga menyusul meninggal pada Kamis (22/10/2020) pagi. Kedua jenazah pasangan suami istri ini sudah dimakamkan dengan cara protokol kesehatan di pekuburan Cina Sei Bati, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing.

“Iya, keduanya meninggal. Keduanya positif covid-19,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi saat ditemui di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun, Kamis siang.

Sementara, salah seorang petugas yang ikut menghadiri proses pemakaman, memastikan kalau jenazah yang dimakamkan tersebut merupakan pemilik kedai kopi itu.

Meninggalnya pasangan suami istri pemilik kedai kopi paling ramai dan terkenal di kawasan Tanjungbalai Karimun ini, menjadi pembicaraan hangat masyarakat Karimun. Sebab, kedai kopi salah satu yang tertua di Pulau Karimun ini menjadi tempat ngopi puluhan bahkan ratusan warga Karimun setiap pagi hingga siang hari.

Sejak suami istri ini dirawat di RSUD M Sani, serta keluarganya menjalani swab dan karantina mandiri, sontak kedai kopi yang berada di jantung kota Tanjungbalai itu tutup.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari Tim Satgas Kesehatan Karimun berapa jumlah pasien positif covid di Karimun. Hanya saja, berdasarkan data sehari sebelumnya, pasien positif angka 45 orang. Sementara, komulatif pasien positif selama masa pandemi ini mencapai 101 orang.

“Total pasien positif hingga hari ini 101 orang. Pasien yang sembuh 51 orang, jumlah pasien positif yang masih memerlukan perawatan 45 orang dan yang meninggal 6 orang,” jelas Rachmadi.

Rachmadi menyebutkan, dari 45 pasien yang positif tersebut, yang menjalankan isolasi mandiri di rumah sebanyak 8 orang. Sementara, yang dirawat di RSUD M Sani sebanyak 21 orang, RSBT 2 orang, Puskesmas Meral Barat 2 orang, dan Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang sebanyak 12 orang.

Menurut dia, sebanyak 8 pasien tersebut terpaksa menjalani isolasi mandiri di rumah. Sebab, saat ini ruang isolasi RSUD Muhammad Sani yang berada di lantai 6 sudah penuh. Begitu juga, ruang perawatan di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang-Batam juga sudah penuh.

“Tak ada tempat lagi untuk merawat pasien covid-19 yang baru tersebut, RSUD M Sani dan RSKI Galang semuanya sudah penuh,” pungkasnya. (ham)

News Feed