by

Ini Mereka yang Diprioritaskan Divaksin Covid-19

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, dalam Surat Pemberitahuan Rencana Pelaksanaan Pemberian Imunisasi Covid-19 menjelaskan, pemberian imunisasi Covid-19 secara bertahap dimulai pada November 2020.

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalan Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), vaksin Covid-19 diberikan pada kelompok rentan usia 18-59 tahun. Hal ini pun menjadi syarat dari produsen vaksin yakni Sinovac, Sinofarm, dan Cansino.

“Kita tahu untuk produksi Sinovac, Sinofarm, Cansino pun juga sama, ternyata vaksinasi ini hanya dilakukan pada kelompok usia 18 sampai 59 tahun. Maka kelompok inilah yang akan kita vaksin dulu,” ungkapnya secara virtual belum lama ini.

Ada penjelasan lebih detail lagi terkait dengan kelompok rentan tersebut. Yuri, menjabarkan sebagai berikut:

1. Tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang pada fasilitas pelayanan kesehatan.
2. Kelompok prioritas lainnya yang ditetapkan berdasarkan kajian epidemiologi dan kebijakan operasional imunisasi Covid-19, yaitu;
a. Petugas pelayanan publik yaitu petugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat, misalnya TNI, Polri, petugas bandara, petugas stasiun kereta api, petugas pelabuhan, pemadam kebakaran, petugas PLN dan PAM yang bertugas di lapangan, dan yang lainnya.
b. Kelompok risiko tinggi lainnya, misalnya kelompok pekerja yang merupakan kelompok usia produktif dan berkontribusi pada sektor perekonomian dan pendidikan, serta penduduk yang tinggal di tempat berisiko seperti kawasan padat penduduk.
c. Kontak erat Covid-19, yaitu orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus probable atau konformasi Covid-19.
d. Administrator pemerintahan dalam bidang pelayanan publik.

Lalu, bagaimana dengan orang di luar usia 18 sampai 59 tahun?

Dia mengatakan, pihaknya tidak memiliki data uji klinisnya. Tidak ada uji klinis yang dilakukan pada usia 0 sampai 18. Tidak ada uji klinis yang dilakukan pada usia di atas 60 tahun.

“Sehingga kami belum akan melakukan vaksinasi pada kelompok di luar 18 sampai 59 tahun,” kata Yuri.

Tetapi bukan berarti pemerintah mengabaikan mereka. “Tentunya dengan berjalannya waktu kami akan melakukan penelitian dan seluruh dunia pun juga akan melakukan hal yang sama untuk bentangan usia itu. Tetapi di dalam tahapan yang awal ini kami tetap menggunakan data yang kami pakai karena memang uji klinisnya pada penentangan usia itu. Ini yang harus kita pahami bersama bukan berarti kami tinggalkan,” tambahnya.*

(sumber: okezone.com)

News Feed