by

Batam Ajukan Penambahan Kuota Elpiji Subsidi

BATAM (HK) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam bersama Komisi II DPRD Kota Batam mengajukan penambahan jumlah kuota Elpiji subsidi 3 Kg untuk Kota Batam pada tahun 2021 mendatang.

Kuota penambahan Elpiji Subsidi yang diajuk itu adalah sebagai upaya antisipasi dalam mengatasi terjadinya kelangkaan ditengah-tengah masyarakat Kota Batam.

“Kita bersama Disperindag Batam sebagai pelaksana pemerintah daerah mengajukan penambahan kuota elpiji bersubsidi ini sebesar 15 persen dari kuota saat ini,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Edward Brando, Jumat (16/10/2020) kemaren.

Dikatakan Edward, sebelumnya Pertamina mengusulkan tambahan kuota Elpiji tersebut untuk Batam sebesar 4 persen saja, namun dengan berbagai pertimbangan, maka pihaknya dan Disperindag Kota Batam mengajukan tambahan kuota sebesar 15 persen.

Sebab mengusulkan tambahan kuota sebesar 15 persen itu adalah melihat adanya klausul untuk para pedagang UKM. Seperti penjual gorengan dan bakso dan lainnya. Para pedagang itu juga berhak untuk mendapatkan gas bersubsidi itu.

“Jika para pedagang kecil dan menengah ini tidak kita masukkan kedalam kuota, maka dikhawatirkan nantinya mereka akan menggunakan kuota gas untuk rumah tangga,” ucap polisiti PAN itu.

Namun menurutnya, untuk mengatasi kelangkaan elpiji itu tidak bisa hanya dengan penambahan kuota saja, tapi juga harus dibarengi dengan pengawasan dilapangan.

Jangan sampai dengan lemahnya pengawasan nanti dijadikan celah oleh segelintir oknum demi meraup keuntungan sepihak.

“Kalau kita tidak jeli, filosofinya sukses kita dalam penambahan kuota, tapi tidak sukses pada inti sesungguhnya dari penambahan kuota itu sendiri,” pungkasnya. (dam)

News Feed