by

Cuci Tangan? Sederhana Lho, Tapi Efektif Hentikan Penyebaran Corona

Selain memakai masker dan menjaga jarak, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir juga sangat penting untuk mengekang penyebaran virus corona.

Bertepatan dengan momen Hari Cuci Tangan Sedunia, yang jatuh pada Kamis, 15 Oktober 2020, Dirjen Kesmas, Kemkes, Kirana Pritasari, mengingatkan betapa pentingnya cuci tangan sebagai cara untuk menghentikan penyebaran virus.

“Pandemi COVID-19 telah menjadi pengingat yang kuat bagi kita semua bahwa salah satu cara paling sederhana namun efektif untuk menghentikan penyebaran virus, adalah berperilaku cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” ujarnya saat webinar Kampanye Nasional dan Hari Cuci Tangan Sedunia, Kamis 15 Oktober 2020.

Kirana melanjutkan, sejak wabah covid, telah dicanangkan gerakan kampanye untuk pemakaian masker dan jaga jarak. Pada Oktober 2020 ini, adalah sebagai kampanye cuci tangan pakai sabun.

“Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu perilaku yang menjadi cara yang efektif untuk pencegahan covid-19. Dan kita mengharapkan, cuci tangan pakai sabun dengan dukungan regulasi penyediaan sarana, akan menjadi perilaku dan norma hidup bersih dan sehat yang diterapkan oleh seluruh individu,” lanjut dia.

Cuci tangan pakai sabun (CTPS), menurut Kirana, merupakan bagian dari lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat, yang merupakan komitmen pembangunan kesehatan dan diperkuat dengan adanya peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014.

“Yaitu tentang sanitasi total berbasis masyarakat yang merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan sanitizer melalui pemberdayaan masyarakat,” kata dia.

Menurut data Riskesdas 2018, baru sekitar 50 persen dari populasi penduduk Indonesia di atas 10 tahun, yang mempraktikkan perilaku cuci tangan pakai sabun dengan benar.

“Dengan antar provinsi sangat lebar, terutama di provinsi Indonesia Timur yang juga terkait dengan akses ketersediaan air bersih untuk cuci tangan. Jakarta sebagai salah satu episentrum COVID-19, ternyata juga masih belum optimal memiliki akses CTPS, karena baru sekitar 73 persen,” tutup Kirana Pritasari.*

(sumber: viva.co.id)

News Feed