by

Sedimentasi Membahayakan Kelangsungan Waduk di Batam

Sedimentasi atau pengendapan tanah atau lumpur di dasar waduk merupakan hal yang sangat berbahaya bagi kelangsungan waduk di Batam. Soalnya, dengan terjadinya sedimentasi, waduk tidak bisa lagi menampung air baku yang akan diolah menjadi air bersih yang dikonsumsi masyarakat.

Manajer Air Baku, Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Hadjad Widagdo, mengungkapkan, sedimentasi terjadi akibat adanya aktifitas ilegal di sekitar waduk.

“Jika lahan di sekitar waduk, seperti hutan lindung, dirusak dengan jalan membabat hutan, mengeruk pasirnya, maka lumpur yang ada akan mengalir ke dalam waduk saat hujan turun. Lumpur inilah yang mengendap di dasar waduk. Inilah yang menyebabkan waduk mendangkal. Jika sudah begitu, waduk akan tidak mampu menampung air. Jika air kering, apa yang mau diolah?” ucap Hadjad.

Sebagai contoh Waduk Sei Harapan. Waduk ini merupakan paling tua di Batam yang dibangun oleh Badan Otorita Batam (sekarang: Badan Pengusahaan (BP) Batam) pada 1978 dan mulai beroperasi pada 1979.

Pada awalnya, waduk Sei Harapan merupakan waduk sementara dengan Water Treatment Plan (WTP) temporer yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pertamina Sambu. Namun, dalam perkembangannya, dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air baku untuk wilayah Sekupang, Marina, dan sebagian Tiban.

Dalam perjalanan, waduk ini mengalami pendangkalan yang cukup memprihatinkan. Pendangkalan disinyalir sejak 2015 lalu. Hal ini yang membuat kapasitas daya tampungnya sempat menurun. Akibatnya, persediaan air baku di waduk itu mengalami kritis pada 2019.

Sebab itu, tegasnya, aktifitas seperti membabat pohon di catchment area, berkebun di sekitar waduk, memelihara hewan ternak, membakar lahan, mendirikan bangunan, menggali pasir secara ilegal, dan termasuk mengkapling lahan di sekitar waduk untuk dijual dengan menggunakan dokumen ilegal, tidak diperbolehkan.

“Jika Batam krisis air, siapa yang rugi? Jelas kita semua,” ucap Hadjad.

Jadi, lanjut dia, jika ingin waduk tidak rusak, maka area sekitar waduk harus dijaga dari segala kerusakan dan aktifitas ilegal. (hkc/adv)

News Feed