by

Tim BLC Sosialisasi di Ponpes dan Sekolah di Batam

BATAM (HK)-Mengingat pentingnya sosialisasi, edukasi dan tindak nyata dalam memerangi wabah Covid-19, Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri-Batam mulai masuk ke pondok pesantren dan sekolah. Sosialisasi tetap fokus penggunaan masker di pondok pesantren, menjaga jarak dan membiasakan cuci tangan.

Sekretaris Tim BLC Kepri-Batam Chris Triwinasis, mengatakan kegiatan sosialisasi  dan edukasi Covid-19 di ponpes dan sekolah dilakukan dalam bentuk penyuluhan.

“Setiap melakukan penyuluhan kami selalu membawa serta relawan kami, dokter dan psikolog. Tujuannya agar bisa secara lengkap memberikan penjelasan ke masyarakat terkait penyebaran dan penanganan Covid-19,” jelasnya, Kamis (1/10)

Menurut Chris, kegiatan sosialisasi dan  edukasi ke ponpes dan sekolah juga disertai pembagiam masker dan hand sanitizer. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran para santri dan pengurus ponpes dalam menjalankan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren.

Sosialisasi , edukasi dan pembagian masker dilakukan di ponpes SMP Islam Integral Luqmanul Hakim Sagulung, Sekolah Madrasah IbtidaiyahTarbiyyatul Hidayah Sei Panas.

Tim Pakar BLC yang juga Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam menjelaskan tingkat penyebaran Covid-19 yang semakin naik setiap bulan. “Saya menghimbau semua santriwati untuk tetap menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Tiga hal ini 90 persen menghindari kita dari paparan virus corona ini,” jelasnya.

Dokter relawan BLC Frianto Ismail menjelaskan tentang perbedaan rapid test dengan PCR test. Menurur Frianto, hasil rapid test tidak bisa memperlihatkan seseorang telah terpapar virus Corona. Hasil pasti seseorang dinyatakan positif terinfeksi hanya melalui PCR test dengan menjalani swab.

Sementara di sekolah Madrasah IbtidaiyahTarbiyyatul Hidayah Sei Panas sosialisasi dan edukasi dilakukan bersama pada seluruh guru-guru.

Pertanyaan diajukan tentang kenapa jenazah pasien positif Covid-19 di wrapping dan mahalnya tes PCR. Dokter Ari Gusthry relawan Tim BLC menjelaskan soal jenazah karena setelah meninggal , jenazah mengeluarkan cairan yang bisa mengakibatkan penularan.

Selain itu, kegiatan yang sama juga di lakukan di Yayasan An-Nahdliyah Tibam dan Perum Edona RT04/RW08 Sekupang, Gereja Bethel Tiban dan Mesjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah (r)

News Feed