by

Kepala BP Batam: Kita Siapkan Infrastruktur untuk Investor

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, BP Batam akan selalu siap mendukung program investasi di Batam.

“Untuk menarik investor masuk berinvestasi di Batam, kita akan menyiapkan semua fasilitas yang dibutuhkan oleh para calon investor. BP Batam akan menyiapkan fasilitas infrastruktur yang meliputi pelabuhan laut dan bandara, serta akan memberikan kemudahan mulai dari segi perizinan dan lainnya,” jelasnya saat peluncuran Program Batam Bintan Karimun (BBK) Murah, yang diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri Kepulauan Riau (Kadin Kepri), yang diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) RI, Airlangga Hartarto di Plaza Lagoi, Kawasan Wisata Lagoi, Bintan, pada, Sabtu (26/9/2020).

Program BBK Murah merupakan paket stimulus berupa pemberian sewa lahan gratis selama lima tahun di lokasi yang berada di wilayah FTZ Batam, Bintan, Karimun dan Tanjung Pinang. Murah dalam arti terjangkau dan juga memiliki nilai kompetitif yang lebih baik dengan dukungan insentif yang melekat dalam status FTZ di BBK.

“Kita akan menyambut baik program ini karena akan menarik total nilai investasi sebesar USD 550 juta,” jelas Rudi lagi.

Sementara itu, Ketua Kadin Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana, menjelaskan, lahan yang sudah tersedia antara lain sekitar 50 hektar di FTZ Batam, 500 hektar di Karimun, dan 1.000 hektar di Bintan.

“Program ini juga menawarkan insentif berupa relaksasi pajak/retribusi di daerah yang masuk dalam program ini, seperti pajak hotel, restoran, hiburan, penerangan jalan, pajak bumi bangunan, dan pajak parkir. Selanjutnya stimulus bagi pelaku UKM, kemudahan birokrasi perizinan, dan cicilan uang wajib tahunan (uwt) bagi investor di Batam,” kata Ma’ruf Maulana.

Dikatakannya, peluncuran Program BBK Murah di tengah pandemi Covid-19 ini sebagai bentuk kepedulian pengusaha yang merupakan ujung tombak untuk menuju kebangkitan dan pemulihan ekonomi di Kepri.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Priwisata dan Ekonomi Kreatif, Kadin Indonesia, serta seluruh stakeholder di Kepulauan Riau.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, menyambut baik program ini karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepri.

“Saya meyakini ini merupakan suatu lompatan besar untuk penguatan kawasan ekonomi ke depan, khususnya di Kepri,” kata Rosan P. Roeslani. (hkc/adv)

News Feed