by

Pelanggar Protokol Kesehatan di Batam Dipasangkan Rompi Oranye

Batam (HK) – Tim terpadu Kota Batam kembali menggelar operasi kepatuhan protokol kesehatan di alun-alun SP Plaza Kecamatan Sagulung, Sabtu (19/9/2020) malam.

Sebanyak 130 warga terjaring melanggar protokol kesehatan sesuai perwako nomor 49/2020 karena tidak mengenakan masker.

“Tim gabungan turun mulai pukul 21.00 WIB dan selesai sekitar 00.15 WIB. Dari operasi kali ini tim menjaring 130 warga yang langgar protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker,” kata Kepala Satpol PP Batam, Salim.

Disampaikan Salim, dalam operasi kali itu sebanyak 78 personel yang tergabung dari Satpol PP, Dinas Perhuhungan, Polri, TNI, DLH, Dinas PTSP, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, dan Ditpam BP Batam diturunkan untuk melakukan pengawasan di sekitar SP Plaza.

Operasi kepatuhan itu adalah langkah bersama Tim terpadu Kota Batam dalam menegakkan Perwako Nomor 49/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di Kota Batam.

“Seperti dalam kegiatan sebelumnya, bagi pelanggar, saat ini masih diberikan berupa teguran tertulis dan membuat pernyataan tidak melakukan pelanggaran, jika pada operasi selanjutnya terjaring lagi maka sanksi dapat ditingkatkan sesuai yg diatur dalam Perwako no 49/2020,” ucap Salim.

Lanjutnya bagi yang kedapatan melanggar protokol kesehatan itu saat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mereka diwajibkan mengenakan rompi oranye.

“Yakni bertuliskan ‘saya pelanggar protokol Kesehatan Covid-19’. Harapannya dengan itu bisa memberikan efek jera,” bebernya.

Ditambahkannya, tim terpadu Kota Batam akan terus melakukan operasi ini sebagai langkah sosialisasi kepada masyarakat supaya menaati protokol kesehatan, yakni memakai masker jika beraktivitas di luar rumah.

“Pemerintah Kota Batam memilih tidak memberlakukan sanksi denda, karena melihat kondisi saat ini. Jika sanksi denda diberlakukan takutnya malah akan membebani masyarakat,” imbuhnya. (dam)

News Feed