by

DPRD Karimun Minta Perusahaan Buktikan Komitmen Pekerjakan 70 Persen Anak Tempatan

KARIMUN (HK)-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karimun akan mengevaluasi komitmen perusahaan yang akan merekrut 70 persen tenaga kerja lokal atau anak tempatan sebagai karyawan. Dewan juga meminta agar perusahaan membuktikan komitmen tersebut dan bukan hanya sebatas janji diatas kertas saja.

“Kami akan mengevaluasi semua perusahaan yang telah menandatangani MoU dengan pemerintah daerah terkait memprioritaskan 70 persen anak tempatan sebagai tenaga kerja di perusahaan itu,” ujar Ketua DPRD Karimun, Yusuf Sirat.

Pihaknya juga menegaskan kepada eksekutif melalui dinas terkait harus mengawasi MoU antara pemerintah daerah dengan perusahaan tersebut. Bahkan, dinas terkait bisa melakukan sweeping kepada perusahaan untuk membuktikan komitmennya tersebut.

“Bukan hanya sekedar pengawasan atau monitoring, kalau perlu pemerintah daerah juga harus melakukan sweeping kepada perusahaan-perusahaan tersebut, apakah mereka benar-benar menjalankan komitmen mereka atau bukan,” tegasnya.

Kata Yusuf, jika dinas terkait sudah turun melakukan evaluasi, monitoring dan sweeping, maka Bupati Karimun juga harus bersikap tegas terhadap perusahaan itu. Jika memang terbukti mereka melanggar perjanjian, maka sudah sepatutnya Bupati melakukan tindakan tegas sesuai kewenangannya.

Yusuf Sirat menyebut, penyerapan tenaga kerja saat ini menjadi masalah serius di Karimun. Apalagi, pada masa pandemi covid-19 ini banyak masyarakat Karimun yang selama ini menjadi pekerja migran di Malaysia, tidak dapat lagi bekerja di negara tetangga tersebut. Bahkan, jumlahnya mencapai 4.000 lebih.

“Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama. Saat ini, angka pengangguran di Karimun bertambah setelah banyaknya pekerja migran asal Karimun yang selama ini bekerja di Malaysia tak dapat kembali lagi ke negara tetangga tersebut. Bahkan, angkanya mencapai 4.000 orang lebih,” tuturnya.

Salah satu solusinya, kata Yusuf Sirat adalah dengan penempatan eks pekerja migran asal Karimun itu di perusahaan-perusahaan yang ada di Karimun sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Yusuf Sirat juga meminta masyarakat secara bersama-sama untuk mengawasi perusahaan-perusahaan tersebut. Jika memang ada temuan perusahaan yang mengabaikan komitmen, maka laporkan ke dinas terkait agar dilakukan evaluasi terhadap perusahaan tersebut. (ham)

News Feed