by

Hari Pertama Ditemukan 188 Pelanggar Protokol Kesehatan di Karimun

KARIMUN (HK)-Kesadaran masyarakat Karimun untuk melaksanakan protokol kesehatan masih sangat rendah. Buktinya, pada hari pertama penerapan peraturan Bupati Karimun nomor: 49 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, sudah ditemukan 188 pelanggaran.

Pada hari pertama penerapan Perbup tentang Protokol Kesehatan tersebut, personil tim gabungan yang terdiri dari Polres Karimun, TNI dan Satpol PP Karimun melaksanakan operasi yustisi protokol Kesehatan Covid-19 di sejumlah lokasi di pusat keramaian, Senin(14/9/2020).

“Kegiatan Operasi Yustisi Protokol Kesehatan dalam rangka pencegahan covid-19 di Karimun berdasarkan peraturan bupati karimun nomor 49 tahun 2020
. Dalam pelaksanaannya nanti ada sanksi yang dapat diberikan kepada pelanggar yang tidak mematuhi protokol Kesehatan, baik itu perorangan ataupun para pemilik usaha yang ada di Karimun,” ujar Kapolres Karimun, AKBP M Adenan.

Kata Adenan, hari ini merupakan pertama maka sanksi yang diberikan dilaksanakan secara berjenjang baik itu teguran lisan atau tertulis dan nantinya petugas Satpol PP yang melaksanakan penegakan hukumnya.

Titik keramaian yang menjadi sasaran operasi adalah Batam Bakery Foodcourt, Toko Baju 35.000, Swalayan Oriental, Sarana Busana Hawaii, Asli Mart, kemudian dilanjutkan ke Coastal Area dan sejumlah titik lainnya yang dilaksanakan bersama tim gabungan yang ada di Kecamatan.

“Pada hari pertama ini ditemukan 188 pelanggar dengan sanksi teguran secara lisan dan tertulis. Selain itu, juga ada sanksi berupa teguran. Tim gabungan juga memberikan masker secara gratis kepada pelanggar, agar tidak ada lagi pelanggaran untuk ke depannya,” jelas Adenan.

Dikatakan, sanksi yang diberikan oleh tim gabungan operasi yustisi kepada pelanggar dilakukan secara bertahap dan hari ini diberikan sanksi teguran, nantinya jika masih didapati pelanggaran yang dilakukan oleh pelanggar yang sama sanksi yang akan diberikan berupa sanksi sosial dengan kerja bakti selama 60 menit hingga denda administrasi bagi pelanggar perorangan.

Sementara, pemilik usaha akan di berikan sanksi ataupun denda penutupan sementara hingga pencabutan ijin usaha jika tidak mengindahkan protokol kesehatan. (ham)

News Feed