by

BP Batam-PT Moya Indonesia Teken MOU Pengelolaan SPAM

BATAM (HK) – Badan Pengusahaan (BP) Batam teken kerjasama (MOU) dengan PT Moya Indonesia dalam pengelolaan masa transisi sistem penyediaan air minum (SPAM) selama enam bulan kedepan di Gedung Balairung Sari Lt 3, Batam Center, Senin (14/9/2020).

Dalam sambutannya, Kepala BP Batam H Muhammad Rudi mengatakan terpilihnya PT Moya Indonesia sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

Melalui MOU ini, pihaknya berharap agar pengelolaan air bersih di Kota Batam menjadi lebih baik lagi dan tidak ada lagi sistem penggiliran air kepada pelanggan.

“Kita berharap, air bersih yang dikelola PT Moya Indonesia ini nantinya pelayanannya lebih baik lagi kepada pelanggan. Tidak ada lagi istilah sistem Rationing seperti sebelumnya,” harap Rudi.

Diketahui, PT Moya Indonesia akan mengelola air bersih di Kota Batam memiliki kontrak selama enam bulan ke depan.

Lebih jauh, Rudi menjelaskan bahwa pelelangan pengelolaan air bersih di Batam sebelumnya sudah dibuka. Yakni ada empat perusahaan yang mendaftar.

“Termasuk PT ATB saat itu ikut dalam pelelangan ini. Namun masih dalam tahap seleksi, PT ATB menarik diri dan tersisa tiga perusahaan yang ikut pelelangan,” jelas Rudi.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Moya Indonesia, PT PP Infrastruktur, dan PT Suez hingga akhirnya tersisa dua perusahaan yang melengkapi yaitu PT PP Infrastruktur dengan nilai 82 persen dan dan PT Moya Infonesia 92 persen.

Berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan tim, akhirnya PT Moya Indonesia terpilih mengelola air bersih di Batam selama enam bulan ke depan hingga 15 Mei 2021 mendatang.

Namun, BP Batam akan melakukan pelelangan kembali, untuk jangka panjang pada Januari 2021. “Pelelangan jangka panjang 25 tahun akan kita mulai Januari 2021, pelelangan pengelolaan air bersih ini akan kita buka untuk umum agar tidak ada diskriminasi,” ujar Rudi.

“Artinya, dalam pelelangan Januari 2021 nanti, PT ATB masih memiliki peluang untuk mengelola air bersih di Kota Batam,” Pungkasnya. (bob)

News Feed