by

Komitmen Serap 70% Pekerja Tempatan, Bupati Karimun MoU dengan 3 Perusahaan Besar

KARIMUN (HK)-Komitmen Bupati Karimun Aunur Rafiq memprioritaskan penempatan tenaga kerja lokal di perusahaan yang ada di Karimun terbukti. Bupati Rafiq melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau penandatanganan nota kepepahaman dengan tiga perusahaan besar yang beroperasi di Karimun.

Tiga perusahaan itu, diantaranya PT Grace Rich Marine (GRM), Karimun Marine Shipyard (KMS) dan PT Multi Ocean Shipyard (MOS). Penandatanganan tersebut dilaksanakan di kediaman dinas Bupati Karimun, Taman Bunga, Tanjungbalai Karimun.

“Hari ini, kami meminta komitmen ketiga perusahaan yang beroperasi di Karimun ini, agar memprioritas penyerapan 70 persen tenaga kerja lokal,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Kata Rafiq, saat ini jumlah tenaga kerja di perusahaan-perusahaan di Karimun kurang lebih sebanyak 8.900 orang, sementara khusus di kawasan industri sekitar 5.300 orang.

Meski saat ini pandemi covid-19, namun dari jumlah seluruh karyawan tersebut, tidak ada karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tidak ada perusahaan yang berhenti beroperasi.

Untuk itu, Rafiq meminta agar perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di wilayahnya ini agar dapat memenuhi komitmennya agar memprioritaskan tenaga kerja lokal sebesar 70 persen.

Bahkan, PT Saipem Karimun Yard yang sudah lebih dulu melakukan penandatanganan kesepakatan bersama untuk memprioritaskan 70% tenaga kerja lokal. Perusahaan produksi anjungan minyak lepas pantai dan offshore asal Italia itu, saat ini telah memperkerjakan 3.100 tenaga kerja dari total 5.000 tenaga kerja dibutuhkan.

“Dari 3.100 tenaga kerja di PT Saipem, rinciannya 8 persen dari Desa Pangke, kemudian 53 persen untuk pemuda Karimun, 32 persen untuk luar Karimun, dan 1,3 persen merupakan tenaga kerja asing asal Italia dan 0,3 persen dari Perancis,” jelasnya.

Saat ini, PT Saipem masih membutuhkan sekitar 1.900 tenaga kerja. Untuk itu, dia berharap agar perusahaan itu dapat memprioritaskan tenaga kerja lokal atau anak tempatan, khususnya kembali memanggil mantan karyawannya yang sudah punya keterampilan untuk bekerja. Untuk memastikannya, dia meminta Dinas Tenaga Kerja Karimu untuk mengawal hal tersebut.

“Jika perusahaan tidak memenuhi komitmen ini, maka akan kami beri teguran tertulis dan melakukan penalty atau hukuman seperti meninjau kembali perpanjangan izin perusahaan. Kendati begitu, kita yakin perusahaan tidak akan mengambil seluruh tenaga kerjanya dari luar Karimun atau tenaga kerja asing,” tuturnya.

Penandatanganan kesepakatan bersama dengan perusahaan terkait penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 70% sudah dua kali dilakukan.

Sebelumnya, pada tahun 2016 Bupati Karimun juga telah melakukan hal yang sama dengan PT Saipem Karimun Yard, PT Oil Tanking dan PT Karimun Sembawang Shipyard. (ham)

News Feed