by

Warga Batam Terpapar Covid-19 Sudah 800 Orang, Ini Kata Walikota Batam Kepada Petugas Kesehatan

Batam (HK) – Hingga Minggu (6/9/2020) kemaren, warga Batam terkonfirmasi positif Covid-19 sudah sebanyak 800 orang.

Walikota Batam, Muhammad Rudi, menyemangati para petugas kesehatan di Batam dalam melawan virus Covid-19. Dia berharap, Covid-19 segera sirna.

Sejak awal penanganan Covid-19 di Batam pada Maret 2020 lalu, dia terus berpesan bahwa tenaga kesehatan dan para pekerja di rumah sakit termasuk cleaning service, merekalah yang paling utama dalam penanganan Covid-19 ini.

Dia ingin para tenaga kesehatan untuk terus menjadi pahlawan dalam penanganan wabah global ini.

“Kita sama-sama tahu, tak hanya masyarakat yang terjangkit Covid-19. Sekarang, Covid-19 sudah menyerang tenaga kesehatan dan beberapa petugas sudah terkonfirmasi positif,” ucap Rudi, Senin (7/9/2020).

Namun menurutnya, hal tersebut tidak berarti Batam kalah dalam melawan Covid-19. Petugas kesehatan terus berjibaku dalam melawan Covid-19 ini. Ia berharap para petugas yang terpapar untuk bangkit dan segera pulih.

“Kita belum kalah, kita sama-sama melawan covid-19 ini dan kembali bantu masyarakat supaya kita sehat semua,” tutur Rudi.

Rudi tak menampik, belakangan ini, masyarakat Batam sedikit abai protokol kesehatan. Sebab itu, angka pasien Covid-19 terus bertambah setelah pemerintah mampu menekan jumlah pasien pada Mei lalu.

Untuk itu, dia meminta semua masyarakat membantu tenaga medis dalam melawan Covid-19 ini. “Karena vaksinnya belum ada, satu-satunya cara membantu tenaga medis ini yakni gunakan obat Covid-19, obatnya yakni terapkan protokol kesehatan,” ujar Rudi.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya sedang menyosialisasikan Peraturan Wali Kota (Perwako) nomor 49 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kota Batam.

Aturan itu efektif pada Rabu (9/8/2020) mendatang. Aturan itu mewajibkan kita pakai masker, jaga jarak, hingga mencuci tangan.

Bagi pelanggar, akan dikenakan sanksi berupak denda hingga kerja sosial selama 2 jam penuh. Namun, pihaknya akan terus menyampaikan teguran agar warga dengan senang hati menerapkan protokol kesehatan ini.

“Ini bukan untuk menghukum. Ini untuk menyelamatkan kita semua termasuk tenaga medis kita yang terus berjuang melawan Covid-19 hingga saat ini,” bebernya. (dam)

News Feed