by

Cegah Penyakit, Rasulullah Selektif Mengonsumsi Makanan

Sejak Covid-19 mewabah, masyarakat lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Hal ini demi kesehatan dan mencegah penularan virus tersebut. Ternyata kebiasaan selektif mengonsumsi makanan juga diterapkan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam semasa hidupnya.

“Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam pun sangat hati-hati memakan sesuatu. Beliau juga mengatur pola makannya, supaya terhindar dari penyakit,” ujar Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”(QS.Al-Ahzab:21).

Ayat tersebut menjelaskan, yakni berkaitan dengan kehidupan sehari-hari Rasulullah yang patut menjadi panutan atau suri tauladan, termasuk dalam mengonsumsi makanan atau minuman. Nabi Muhammad selalu makan secukupnya, tidak pernah berlebihan atau serakah.

“Jika seseorang kebanyakan makan, maka memicu sifat malas dan cenderung banyak tidur sehingga banyak waktu terbuang percuma, energi tidak tersalurkan dengan baik, bahkan menjadikan lemak yang menumpuk yang rentan bersarang penyakit,” terangnya.

Lebih lanjut, hal ini juga disampaikan oleh salah satu ulama mahsyur terdahulu yaitu Sufyan Ats-Tsauri, ia menyampaikan: “Jika ingin badan sehat dan tidur tidak berlebihan, maka kurangi makan, sedikitkan makananmu.”

Berlebihan makan dan minum akan mewariskan hati yang lalai dan lupa diri, malas apapun termasuk ibadah.

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).*

(sumber: okezone.com)

News Feed