by

Bagaimana Ekonomi RI Hingga Kuartal IV?

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah, memproyeksi ekonomi RI masih akan tumbuh negatif pada kuartal III dan IV tahun ini. Pada kuartal kedua lalu, ekonomi nasional tercatat negatif 5,32 persen.

Jika proyeksi Piter tersebut benar, maka ekonomi RI masuk jurang resesi pada kuartal III nanti yang akan berakhir pada September 2020.

“Kuartal III, kami yakini masih negatif. Kuartal IV juga kami perkirakan masih negatif. Membaik, tapi tetap negatif,” ujarnya mengutip Antara, Senin (31/8).

Menurut Piter, sumber masalah potensi ekonomi RI negatif pada kuartal III dan IV adalah pandemi virus corona (covid-19).

“Jadi, selama wabahnya masih ada, meskipun kita otak-atik ekonominya, percuma. Ya tetap akan negatif,” jelasnya.

Pemberian stimulus dan bantuan pemerintah selama ini pun, lanjutnya, bukan untuk tujuan ekonomi kembali normal. Melainkan, menjaga perekonomian agar tidak mati.

Ia juga menilai konsumsi dan investasi akan tetap landai selama pandemi covid-19 masih berlangsung.

“Kalau mendorong perekonomian sampai positif itu tidak mungkin. Tujuannya, menyelamatkan masyarakat agar tetap bisa bertahan hidup,” terang Piter.

Ambil contoh, pekerja bergaji Rp4 juta per bulan terkena PHK, kemudian mendapat bantuan Rp600 ribu dari pemerintah, maka tingkat konsumsi masyarakat tersebut tidak setinggi seperti saat masih bekerja.

“Dengan Rp600 ribu, kita berharap konsumsi naik seperti waktu dia gajinya Rp4 juta kan tidak mungkin. Jadi konsumsinya tetap turun tapi tetap melakukan konsumsi dan tetap hidup,” katanya.

Meski demikian, Piter menyatakan pemerintah masih harus melakukan ekspansi terhadap berbagai insentif, stimulus, dan bantuan sosial (bansos), terutama untuk masyarakat yang benar-benar terdampak.

“Mungkin sekarang masih ada keluhan yang dibantu siapa, yang kena PHK siapa. Artinya, bantuan itu belum menyentuh semua yang membutuhkan,” tegasnya.

Oleh sebab itu ia menyarankan agar pemerintah dapat terus memperbaiki data terkait penerima manfaat agar bantuan mampu tersalurkan secara cepat dan tepat.

“Kalau mau ditambah ya perlu ditambah agar semua yang terdampak mendapat bantuan,” tandasnya.*

(sumber: cnnindonesia.com)

News Feed