by

Dituding Laporkan Nurdin ke KPK, Isdianto: Demi Allah Saya tidak Melakukan Itu

KARIMUN (HK)-Suhu politik di Kepri makin memanas, terlebih menjelang pendaftaran calon gubernur dan calon wakil gubernur pada 4 September 2020 ini.

Beragam dinamika mulai muncul di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, setiap kubu gencar melakukan manuver untuk mendapatkan hati rakyat. Namun sayang, terkadang ada yang bermain curang melakukan kampanye hitam, menghembuskan isu-isu negatif untuk menjatuhkan pasangan tertentu.

Salah satu isu yang menggelinding, kasus hukum yang menimpa mantan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Tak lekang di benak masyarakat, bagaimana mantan orang nomor satu di Kepri itu harus berhadapan dengan hukum, terjerat kasus  korupsi oleh lembaga anti rasuah KPK.

Sekian lama kasus itu berjalan apa adanya. Namun belakangan, muncul sebuah isu yang absurd.

Santer beredar di tengah masyarakat, yang melaporkan Nurdin ke KPK adalah Isdianto, yang saat itu jadi Wakil Gubernur Kepri.

Isdianto sebagai pihak yang merasa dirugikan, merasa perlu untuk meluruskan rumor yang berkembang tersebut.

“Sekarang sudah mulai terjadi black campaign (kampanye hitam). Itu saya kira suatu hal yang lumrah. Namun demikian, black campaign itu perlu kita luruskan. Kalau memang itu tidak, ya harus kita luruskan,” ujar Isdianto saat kegiatan silaturahmi Gubernur Kepri dengan masyarakat Pasirpanjang di Hotel 21 Karimun, Sabtu (30/8/2020) malam.

Terkait isu yang menyebutkan Isdianto lah orang yang melaporkan Nurdin Basirun ke KPK, dengan bersumpah atas nama Tuhan-Nya, adik mantan Gubernur Muhammad Sani ini membantah dengan tegas.

“Demi Allah, saya tidak pernah melakukan itu. Karena, memang yang namanya tiga huruf (KPK) itu, orang tidak akan bisa mengintervensi. Karena dia punya kegiatan sendiri dan mereka punya bukti-bukti sendiri,” ungkap Isdianto.

Bahkan dengan yakin, Isdianto mengulang lagi pernyataannya.

“Saya katakan, kalau tidak saya bilang tidak. Karena memang saya tidak pernah melakukan itu. Karena jika kita melakukan itu tidak menutup kemungkinan suatu saat kita akan dibuat orang seperti itu juga. Makanya, dengan tegas saya bilang saya tidak melakukan itu. Kalau saya melakukan itu, tak selamat saya dunia akhirat,” tegasnya.

Karena isu itu sudah beredar di tengah masyarakat. Dia berharap, agar masyarakat tidak terpengaruh dengan kabar seperti itu.

“Masyarakat lebih bijak kok sekarang. Mereka tahu, ketika musim pemilu isu-isu seperti ini biasa dimunculkan. Yakin saya, masyarakat tahu mana yang benar, masyarakat kita lebih pintar,” tuturnya.

Isdianto mengajak seluruh pihak yang ikut dalam kancah politik, bahkan timnya sendiri agar menjalankan politik santun.

“Mari berpolitik santun. Mari tonjolkan yang menjadi visi dan misi ke depan. Kita ajarkan masyarakat untuk mencapai itu. Jangan kita melakukan black campaign dengan memburukkan yang lain. Saya juga mengimbau tim-tim saya, mari kita berpolitik santun. Jangan saling memburukkan pasangan-pasangan lain,” pungkasnya. (ham)

News Feed