by

Benchmarking untuk Indonesia Maju

  • Oleh: H.Muhammad Nasir. S.Ag.MH, Kakan Kemenag Lingga

Terinpirasi dari tema peringatan hari ulang tahun ke-75 kemerdekaan RI tahun 2020 yaitu ‘Indonesia Maju’, sehingga refleksi peringatan hari kemerdekaan mengundang banyak inspirasi yang membangun semangat untuk bangsa. Tema ini disamping banyak memiliki inspirasi juga banyak tantangan dan peluang terutama apabila diperbicangkan dalam kontek kehidupan bernegara saat ini.

Sejak diproklamirkan kemerdekaan Bangsa Idonesia, sampai hari ini, sudah banyak hasil pembangunan yang telah dicapai. Sehingga ungkapan Indonesia Maju tidaklah asing kita ungkapkan, walaupun masih banyak yang harus disempurnakan. Melihat kondisi saat ini dimana bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia sedang mengalami resesi diberbagai bidang dan sekaligus menjadi ancaman bagi keselamatan hidup berbangsa dan bernegara. Sebab itu berbagai refleksi dan persepsi timbul di tengah masayarakat menyoroti makna-makna dan paradiqma kemerdekaan yang ada dalam thema tersebut. Dan bahkan mengundang berbagai pernyataan, diantaranya apakah Indonesia sudah maju bila dibandingkan dengan negara-negara lain, atau kemajuan Indonesia sudah tercapai sesuai dengan cita-cita kemerdekaan.

Kemajuan suatu bangsa termasuk Indonesia memiliki indikator yang dapat terukur yang ditetapkan secara konstitusional. Maka tujuan kemerdekaan bangsa Indonesia dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai bentuk kesepakatan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia. Tujuan kemerdekaan bangsa Indonesia, tidak dapat dipisah dari amanat UUD 1945 dan Pancasila yang menjadi panduan pembangunan dan tata kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berdasarkan amanat UUD 1945 bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia tidak hanya bebas dari cengkraman penjajah dan peodalisme. Tetapi sebagaimana yang diamanahkan dalam alinea ke empat UUD 1945, dinyatakan bahwa tujuan kemerdekaan adalah “untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial” (UUD 1945 Alinea ke-4).

Untuk memenuhi maksud dan tujuan kemerdekaan tersebut, bangsa Indonesia telah berupaya mengisi kemerdekaan dengan berbagai pembangunan di berbagai bagai bidang.

Pertanyaannya adalah, apakah upaya pembangunan yang sudah dilaksanakan itu sudah mencapai standar dan sesuai dengan indikator yang diamanahkan konstitusi? Pada prinsipnya bangsa Indonesia sudah banyak mengalami kemajuan, walaupun masih banyak yang perlu disempurnakan. Sebab itulah bangsa ini tidak pernah menyerah untuk terus berupaya mewujudkan pembangunan mengisi kemerdekaan sesuai amanah konstitusi dan tujuan pembangunan nasional.

Untuk itu, ditengah bangsa–bangsa sedang dilanda berbagai krisis akibat pandemic global saat ini, bangsa Indonesia sangat perlu melakukan lompatan perubahan agar indikator kemajuan pembangunan segera dapat tercapai. Usaha menuju ke arah tersebut, tidak ada salahnya jika kita belajar dari pengalaman masa lalu untuk mengambil manfaat yang lebih baik bagi masa depan, asalkan itu semua dilakukan dengan bijak dan dengan tatacara yang tepat dan benar. Begitupun tidak ada salahnya juga dengan belajar kepada bangsa-bangsa lain yang telah maju demi kepentingan kemajuan bangsa kita, karena masa depan yang baik merupakan cita-cita semua bangsa.

Untuk mewujudkan kemajuan suatu bangsa tentu saja melalui tahapan –tahapan pembangunan yang direncanakan. Diperlukan usaha maksimal dalam bentuk strategi terpadu dengan semangat baru untuk bangkit dan maju. Diantara yang dapat kita tawarkan adalah dengan menggunakan super tehnologi secara terpadu melalui benchmarking dan komitmen yang expert, atau keyakinan yang kuat bahwa kemajuan itu dapat tercapai.

Istilah benchmarking, pada intinya berasal dari dunia managemen dan bisnis. Tetapi falsafahnya bisa berkolaborasi dan berkorespondensi dengan dunia pengembangan masyarakat, atau bahkan dengan dunia apa saja. Memang pada awalnya istilah ini muncul di dorong oleh mativasi untuk mempelajari cara mengembangkan proses-proses bisnis dan meningkatkan daya saing.Tetapi selanjutnya dikembangkan untuk yang lebih luas seperti mengembangkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Banyak para ahli yang mendefinisikan istilah bechmarking, umpamanya menurut Fred Bower ( 1997 ), benchmarking adalah proses belajar bagi organisasi, yang bencontoh proses belajar manusia, sedang Deming (1976) mendefinisikan sebagai proses adaptasi bukan adopsi. Dengan kata lain benchmarking adalah upaya mengadaptasi kenggulan yang dimiliki oleh orang atau bangsa lain untuk kemuadian dikembangkan sendiri secara lebih baik lagi, sehingga pihak yang mengadaptasi menjadi jauh lebih unggul ketimbang pihak yang diadaptasi ( Agus Ahmad Safei, dkk: 2001 ).

Strategi ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas diri tanpa henti menuju kesempurnaan tujuan pembangunan. Contohnya Jepang. Setelah Hirosima dan Nagasaki hancur dapat kembali bangkit menjadi Negara maju dan sampai kini telah menikmati keunggulan dan kemakmurannya.

Dapat kita maklumi, bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari aspek ekonomi saja, tetapi juga dari pembangunan manusianya. Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan Dra. Rahma Iryanti, M.T., selaku staf ahli Bappenas ( Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ) pada Selasa ( 28/11/2018 ) dalam seminar nasional berjudul Pembangunan Alternatif dan Kemajuan Sosial: Paradigma dan Prakteknya dalam Konteks Indonesia. “ Pembangunan nasional Indonesia adalah paradigma Pembangunan yang terbangun atas pengamalan Pancasila yaitu pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya, dengan Pancasila sebagai dasar, tujuan, dan pedomannya.

Dari amanat tersebut disadari bahwa pembangunan ekonomi bukan semata-mata proses ekonomi, tetapi suatu penjelmaan pula dari proses perubahan politik, sosial, dan budaya yang meliputi bangsa, di dalam kebulatannya. Pembangunan Nasional merupakan cerminan kehendak terus-menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia secara adil dan merata, serta mengembangkan kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara yang maju dan demokratis berdasarkan Pancasila.”
Disilah pentingnya tehnologi pembangunan yang kita upayakan.

Kita mesti membuka diri untuk melakukan envision, atau pemberdayaan dan pengembangan serta pembelajaran memantapkan dan mematangkan wawasan pembangunan jauh ke depan melalui strategi benchmarking. Melalui strategi ini sekurang-kurangnya kita mampu melakukan pendekatan baru yang lebih kreatif dan inovatif disamping memanfaatkan teknologi terbuka lainnya sebagai metodologi pembangunan untuk mengejar kemajuan dari ketertinggalan. Dengan demikian, mudah mudahan makna kemerdekaan dan tujuan pembangunan untuk menuju Indonesia Maju semakin cepat diraih dan dapat di rasakan oleh segenab bangsa Indonesia. Aamiin.***

News Feed