by

Lima Cara Agar Iman Tidak Turun

Percaya bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala selalu ada merupakan langkah utama untuk menguatkan iman. Iman adalah suatu tindakan atau perilaku manusia yang didasari atas keyakinan dan takwa kepada Azza wa jalla.

Kebanyakan manusia sering mengalami naik dan turunnya iman. Hal ini dilandasi seberapa dia mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala dan sebanyak apa melakukan kegiatan yang positif yang membawa ke jalan yang benar.

Hal ini sebagaimana dalam kitab suci Alquran Surah Al Mujadilah Ayat 11, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Maka dari itu siapa yang berhak mendapatkan derajat tinggi, dialah yang kuat akan iman. Inilah lima cara supaya iman setiap Muslim tidak naik-turun:

Pertama, selalu ingat Allah Subhanahu wa ta’ala

Keyakinan bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala selalu ada untuk hamba-Nya merupakan bentuk pencegahan dari setiap langkah buruk. Maksudnya setiap tindakan buruk yang ingin dibuat karena pikiran dan hati sudah dikelilingi oleh iblis, jika mengingat Allah Azza wa jalla tindakan tersebut tidak akan dilakukan.

Dengan mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala, insya Allah iman tidak akan goyah, sebab di dalam hati sudah ditekankan bahwa ada Allah bersama kaum Muslimim.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Hadid: 4)

Kedua, berwudhu dan shalat tepat waktu

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Jika ada seseorang berwudhu dengan membaguskan wudhunya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai dari kuku jari-jemarinya.” (HR Muslim).

Berwudhu bukan hanya saat ingin shalat, tetapi bisa dilakukan ketika sedang ada masalah atau yang membuat hati dan pikiran kacau. Sedangkan dengan shalat tepat waktu merupakan amalan yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, karena tidak menunda dan dapat mengukur kadar iman seorang Muslim. Apalagi ditambah sholat sunah setiap hari, insya Allah martabat manusia akan ditinggikan oleh Allah Ta’ala.

Ketiga, membaca AlQur’an setiap saat

Mempelajari setiap ayat Allah Subhanahu wa ta’ala dan membaca dengan penuh keimanan atau penghayatan merupakan salah satu cara supaya iman tidak naik-turun. Dengan membacanya secara perlahan dan menghayati isi setiap ayat tersebut adalah bentuk dari tadabur Alquran.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS Al Anfal: 2)

Keempat, selalu berzikir

Zikir dalam bahasa Arab adalah mengingat. Sebagai umat Islam yang baik untuk menambah Iman dengan cara berdzikir. Seperti firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam Surah Al Baqarah Ayat 152:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Artinya: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”

Selain untuk menambah iman, berzikir bisa menambah pahala dan membuang rasah gelisah.

Kelima, bergaul dengan orang-orang beriman

Pada tahap ini cara paling penting untuk menguatkan keimanan adalah dengan cara memilih teman. Baik ataupun buruknya teman sangat berdampak dalam kehidupan manusia. Seperti disampaikan oleh Ustadz Buya Yahya, dikutip dari akun Youtube Al Bahjah TV, Selasa (25/8/2020).

“Dengan siapa cara kita bergaul, menambah keimanan dengan kawan. Kawan kita istikamah selalu mengingatkan ilmu yang masuk ke telinga kita,” tuturnya.

Dengan memilih teman baik, seorang Muslim tidak dapat tergoyahkan dalam kemaksiatan. Maka itu, pilihlah teman yang dapat membawa menuju surga. Aamiin. Wallahu a’lam bishawab.*

(sumber: okezone.com)

News Feed